Siklon Tropis Mangga Diduga Jadi Sebab Angin Puting Beliung yang Terjang Kota Cilegon

Cilegon (22/05/2020), Satubanten.com – Jelang lebaran Iedul Fitri, Kota Cilegon diterjang angin puting beliung. Angin kencang disertai hujan dan petir tersebut terjadi pada pukul 18.30 WIB.

Angin kencang dan hujan disertai petir yang berlangsung beberapa saat tersebut merobohkan belasan pohon dan atap rumah warga di komplek perumahan Harjatani dan Taman Krakatau. Selain itu, salah satu atap pom bensin di Jalan Lingkar Selatan (JLS) juga roboh akibat diterjang angin kencang tersebut.

Kepala Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Klas 1 Serang, Tarjono mengatakan bahwa angin kencang tersebut diduga merupakan efek dari adanya siklon Tropis Mangga.

“Memang kemarin terpantau adanya tekanan udara rendah, setelah normal lalu kembali rendah. Hingga akhirnya tumbuh menjadi Siklon Tropis Mangga, nah ini tentu ada pengaruhnya terhadap cuaca angin kencang yang terjadi di Kota Cilegon tadi sore,” kata Tarjono.

BACA JUGA : Angin Puting Beliung Robohkan Puluhan Pohon Dan Atap Rumah Warga Di Kota Cilegon

Siklon Tropis Mangga memang terdeteksi sejak Kamis (21/05) di sebelah Barat Daya Bengkulu. Dalam rilisnya, BMKG memperkirakan Siklon tersebut semakin menguat dalam jangka 24 jam dan bergerak ke arah Tenggara dan Selatan.

“Siklon Mangga ini memang akan berdampak di beberapa daerah, terutama di Lampung dan Banten. Hanya, kita tidak bisa prediksi dimana angin dan hujan akan turun. Karena itu tergantung kekuatan dan arah tiupan angin. Begitu gumpalan awan sudah cukup berat, maka di daerah tersebutlah akan turun hujan dan disertai angin,” imbuhnya.

Untuk menghadapi kemungkinan terjadinya angin kencang dan hujan lebat, BMKG menghimbau kepada masyarakat agar tetap waspada dan terus memantau informasi dari BMKG. Hal ini dimaksudkan agar informasi yang didapat tepat dan akurat.

“Kami dari BMKG tentu menghimbau kepada masyarakat agar selalu waspada dan terus memantau informasi dari kanal-kanal media yang terpercaya, terutama dari BMKG. Agar informasi yang didapat tepat, bukan informasi hoax yang meresahkan,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...