Setuju Taman Topi Jadi Alun-alun Kota Bogor? Begini Tanggapan Masyarakat

Bogor (12/01/2020) SatuBanten.com – Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor terhadap rencana pembangunan alun-alun di kota Bogor yang terletak di kawasan Plaza Kapten Muslihat, Kota Bogor rupanya benar-benar dipersiapkan Walikota Bogor, Bima Arya dengan matang dari mulai nama, rancangan desain, dan anggaran. Saat ini pembersihan area bermain, trotoar hingga penertiban PKL diperkirakan sudah selesai akhir Januari 2020.

Kabar ini mendapatkan banyak sorotan dikalangan masyarakat dan mahasiswa Bogor. Dari hasil wawancara yang dilakukan wartawan SatuBanten News, masyarakat Bogor menyambut baik pembangunan alun-alun kota Bogor dan dinilai akan memberikan dampak positif kedepan untuk keindahan dan kemajuan kota Bogor.

Ketua Umum KAMMI Daerah Bogor Arif Sibghotulloh mengapresiasi program Pemkot serta berharap dengan berjalannya pembangunan alun-alun tidak menjadi penghambat proses pembangunan masjid Agung dan terminal yang menurutnya hingga saat ini belum terselesaikan.

“Pembangunan alun-alun di kota Bogor sendiri, merupakan bantuan dari pak Ridwan Kamil sebagai gubernur Jawa Barat untuk setiap kota/Kabupaten. Dan untuk Kita Bogor sendiri diberikan anggaran sebesar Rp15 miliar,” ujarnya melalui pesan WhatsApp. Minggu, (12/01).

Menurutnya di Jawa Barat ada satu alun-alun yang akan dibangun dan kalau dilihat dari kondisi tempat paling strategis di Bogor yang nantinya akan terintegrasi dengan masjid Agung.

“Sebenarnya masjid Agung itu harus sudah jadi tahun ini. Kalau saya berpendapat sebenarnya setuju saja dengan adanya alun-alun di kota Bogor, karena selain untuk menambah ruang terbuka hijau untuk masyarakat Bogor juga menjadi taman yang baru dan taman yang asri untuk wisata bagi warga di kota Bogor maupun wisatawan,” pungkasnya.

lebih lanjut Arif menuturkan jika dari persiapan memang sudah di agendakan dari jauh-jauh hari, “Kemudian jika dilihat dari pembangunan di kota Bogor banyak sekali yang lambat dan masih belum dikerjakan sampai saat ini, contohnya adalah masjid Agung yang seharusnya saat ini sudah jadi tapi sampai saat ini belum jadi,” tegasnya.

Seharusnya ini dijadikan sebagai prioritas awal, jangan sampai ketika membangun alun-alun yang ingin terintergrasi dengan masjid tapi masjidnya masih belum selesai. Ditambah masih ada proyek-proyek seperti terminal di Kota Bogor yang masih belum selesai hingga saat ini.

“Hal ini menjadi catatan Pemkot bahwa seharusnya menyelesaikan dulu permasalahan-permasalahan yang ada dan utama yang sudah berlarut-larut di kota Bogor, pembangunan-pembangunan yang sampai saat ini tidak selesai seperti pembangunan masjid Agung dan terminal itu lebih diprioritaskan terlebih dahulu agar tidak menjadi pecah fokus Pemkot dalam membangun kota Bogor,” imbuhnya.

Selain itu, Arif juga menyinggung terkait kemacetan di kota Bogor yang dinilai masih belum selesai, ia menekankan kepada Pemkot, jangan sampai pembangunan alun-alun hanya untuk menumbuhkan citra Pemkot dan lari dari kesalahan-kesalahan yang tidak bisa diselesaikan.

Lalu, bagaimana tanggapan masyarakat lainnya terhadap pembangunan alun-alun di Kota Bogor?

“Bagus, dengan itu bertambah lagi ruang publik di kota Bogor untuk tempat berinteraksi, hiburan, bermain, berdagang, masyarakat. Tapi harapkan nya, semoga ramah masyarakat, ada toiletnya, larangan merokok, tempat sampah, lahan parkir, sama di atur aja para pedagangnya,” kata Fahmi (21)

Hal serupa disampaikan oleh Yasinta (19) menurutnya taman topi sudah melegenda sebagai objek wisata di jantung kota dan dekat dengan stasiun Bogor akan tetapi ia merasa senang jika Bogor memiliki alun-alun

“Karena sebagai warga masyarakat Bogor, saya baru sadar ternyata Bogor enggak punya alun-alun. Semoga dengan adanya alun-alun ini bisa menambah daya tarik kota Bogor dan menjadi sarana rekreasi yang menarik buat warga masyarakat sekitar dan juga wisatawan,” paparnya.

Tak ketinggalan warga kabupaten Bogor Fajri (21) juga setuju dengan pembagunan alun-alun, “Karena memang setiap kota penting ada alun alun entah itu untuk acara seperti band, dinas dan lain sebagainya. Tapi jangan meninggalkan sejarah yang sudah ada sebelumnya di taman topi itu,” pungkasnya.

“Ya itu hak pemerintah mau dibuat apa, toh emang kontrak PT Eksotika yang mengelola Taman Ade Irma Suryani dengan Pemkot Bogor juga udah habis kan. Tapi Dengan catatan PKL diberikan ruang yang lebih baik nantinya,” ujar Mahasiswi Universitas Ibnu Khaldun Bogor, Mira (21). (RR/SBS31)

Comments
Loading...