Setelah Sebelumnya Menang, Superman Indonesia Kini Kalah oleh DC Comics

Jakarta – Dunia bisnis superhero Amerika Serikat (AS), DC Comics, menang mempertahankan merek Superman yang dipakai oleh perusahaan Indonesia menjadi merek wafer di Indonesia. Bukan perkara mudah bagi DC Comics ‘menggulung’ merek Superman lokal Indonesia.

Kasus bermula pada 2018 saat DC Comics menggugat perusahaan lokal yang memproduksi wafer Superman, PT Marxing Fam Makmur. Saat itu, gugatan ditolak oleh Mahkamah Agung (MA) dengan alasan gugatan kabur dan tidak jelas. Sehingga PT Marxing Fam Makmur, masih dapat mempertahankan ‘Superman’ Indonesia.

Setelah itu, DC Comics kemudian kembali mengajukan gugatan atas Marxing Fam Makmur untuk merek kelas 30 ke PN Jakpus. Kelas 30 ini adalah merek untuk produk kopi, teh, gula, beras, tapioka, sagu, kembang gula, kueh, es konsumsi, madu, sirup, ragi, bubuk untuk membuat roti, garam, mostar, cuka, saus, rempah-rempah, tepung, dan sediaan terbuat dari gandum. Setelah pengajuan gugatan itu, akhirnya kali ini kemenangan dipihak DC Comics.

“Mengabulkan gugatan Penggugat untuk seluruhnya. Menyatakan merek terdakwa SUPERMAN milik Penggugat sebagai merek terkenal (well-known mark),” demikian bunyi putusan PN Jakpus yang dikutip dari website PN Jakpus, Kamis (26/11).

Sebelumnya PT Marxing Fam Makmur pernah memenangi kasus melawan DC Comics, dan menyatakan wafer merek itu telah beredar puluhan tahun di Indonesia. “PT Marxing Fam Makmur mendapatkan sertifikat merek dari Kemenkum HAM pertama pada tahun 1993 untuk kelas 30 dan 34 dan diperbarui tiap 10 tahun,” kata kuasa hukum PT Marxing Fam Makmur, Sururi Elhaque.

“Di Indonesia, Superman dikenal sebagai tokoh kartun, bukan produk makanan. Jadi klien kami tidak mendompleng keterkenalan DC Comics,” ujar Sururi membeberkan alasan kemenangannya waktu itu. (sbs05)

You might also like
Comments
Loading...