Setelah ML Dari Tamansari Dinyatakan Sembuh, Lalu Meninggal Dunia

CILEGON, Satubanten.com — Kabar suka dan kabar duka datang bersamaan dari pasien Covid-9 berinisial ML, asal Kelurahan Tamansari, Kucamatan Pulomerak, Kota Cilegon. Setelah melakukan perawatan di RSU Banten, ML dinyatakan sembuh, Sabtu (04/07).

Kabar tersebut disampaikan oleh Juru Bicara (Jubir) Tim Gugus Tugas Percepatan Penganan Covid-19 Kota Cilegon, Ahmad Aziz Setia Ade Putra.

“Pasien atas nama ML, berjenis kelamin perempuan dan berusia 57 tahun dinyatakan sembuh dari Covid-19 oleh pihak RSU Banten,” tuturnya.

BACA JUGA : Terkonfirmasi Positif, ML Dari Tamansari Dirujuk Ke RSUD Banten Karena Covid-19. 

Sebelumnya  ML dikabarkan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah melakukan uji SWAB di RS Krakatau Medika, Kota Cilegon pada tanggal 18 Juni 2020. Pada hari yang sama, ML kemudiaan dirujuk ke RSU Banten oleh Dinas Kesehatan Kota Cilegon.

Biasanya pasien terkonfirmasi positif Covid-19 yang dinyatakan sembuh, harus melakukan isolasi mandiri selama 14 hari untuk melewati masa inkubasi. Namun tidak demikian dengan ML.

Menurut keterangan dari Aziz, ML tidak perlu melakukan isolasi mandiri karena ML meninggal dunia akibat penyakit penyerta yang diderita oleh ML.

“Paska dinyatakan sembuh, ML tidak  melakukan isolasi mandiri sebab ML dinyatakan meninggal karena penyakit penyerta yakni Gagal Ginjal, Anemia dan paska operasi jantung,” imbuh Aziz.

Hingga kini total pasien terkonfirmasi positif Covid-19 di Kota Cilegon yang masih melakukan perawatan berjumlah 8 orang dari total keseluruhan 37 pasien terkonfirmasi Positif Covid-19. Sedangkan jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh jumlahnya yakni 27 orang. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...