Seorang ODGJ Diamankan Dalam Keadaan Luka-luka Oleh Kepolisian Polres Pandeglang

Pandeglang, (01/11/2018) – SatuBanten.com- Di halaman depan Bank Banten Curugsawer Kab. Pandeglang  telah ditemukan ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa) dalam keadaan luka pada pelipis wajah dan adanya bercak darah yang sudah kering, Kamis ( 01/11/2018).

Pada Pukul 07.30 WIB, saudara Maruf Amin ( Security Bank Banten Pandeglang) mencurigai seorang Laki – laki yang mondar mandir di sekitar Bank Banten Pandeglang dengan ciri – ciri menggunakan Pakaian lusuh kemeja warna putih bercorak coklat dan celana bahan warna biru dongker serta sendal jepit swallow berwarna putih list hijau dalam keadaan muka berdarah.

Akhirnya  Maruf Amin, Security Bank Banten Pandeglang menghubungi anggota Satlantas Polres Pandeglang yang kebetulan mengontrak di belakang Kantor Bank Banten untuk membawa dan mengamankan orang yang dicurigai dan diduga ODGJ (Orang Dengan Gangguan Jiwa), karena dianggap meresahkan dan mengganggu pengunjung Bank Banten menjadi bahan perhatian masyarakat yang melintas disekitar Bank Banten yang mana ODGJ tersebut diisukan sebagai penculik anak yang saat ini sedang viral di masyarakat.

Untuk itu anggota Sat Lantas Polres Pandeglang membawa ODGJ tersebut ke Klinik Bougenvil Ciekek Kec.Pandeglang Kab.Pandeglang untuk dilakukan pemeriksaan karena terdapat luka lecet pada wajah dan bekas darah yang telah Kering. ODGJ tersebut diketahui bernama Ruja’i warga Pandeglang, kelahiran 01 Juli 1973., Kp. Pasir Angin RT. 005 RW. 002 Ds. Pagerbatu Kec. Majasari Kab. Pandeglang. Ketika dilakukan pemeriksaan oleh perawat Klinik Bougenvil Ruja’i marah – Marah dan berbicara tidak  jelas

Sekitar pukul 09.00 Wib Ruja’i  dibawa untuk di amankan ke Polres Pandeglang, pihak Kepolisian untuk saat ini telah menghubungi pihak keluaraga Ruja’i.

Menurut Keterangan  Simiyati kakak kandung dari Ruja’i menyampaikan bahwa adik nya memiliki riwayat penyakit Epilepsi yang dideritanya sejak kecil. Ruja’i  juga mengalami depresi yang menyebabkan dirinya kadang sadar dan kadang tidak sadar. “ujarnya.

Simiyati pun bercerita bahwa pada hari Rabu tanggal 31 Oktober 2018, sekitar pukul 23.00 Wib Ruja’i meninggalkan rumah  kediamannya untuk mencari isterinya yang meninggalkan dirinya. dikarenakan isterinya takut melihat suami nya  yang pada saat itu sedang kumat, namun setelah meninggalkan rumah  kediamannya, Ruja’i  tidak kembali lagi dan pihak keluarga mengetahui pada hari Kamis tanggal 01 November 2018 Ruja’i diamankan di Polsek Kota Pandeglang.  Dan rencananya akan dikembalikan kepihak keluarga.

Kapolres Pandeglang menyampaikan Bahwa yang bersangkutan  bukanlah penculik anak seperti yang beredar di masyarakat.
untuk itu, Kapolres Pandeglang menghimbau kepada masyarakat pandeglang jangan mudah terprovokasi dengan isu isu Hoax terkait penculikan anak. dan diwilayah hukum Polres Pandeglang sampai saat ini belum pernah ada kejadian penculikan anak namun demikian masyarakat Pandeglang tetap harus waspada, apabila ada hal hal yang mencurigakan agar segera melaporkan kepada pihak Kepolisian dan menghimbau agar masyarakat kab.Pandeglang tetap tenang dan tidak main hakim sendiri.”tutup Kapolres. (SBS/RLS/011)

You might also like
Comments
Loading...