Seorang Guru Ngaji Tewas Disiram Air Keras

Tangerang, (02/09/2019)- Satubanten.com-  Seorang ustad yang bernama Hasanudin warga Desa Pangkalan, Kecamatan Teluknaga disiram air keras, oleh seorang pria yang diduga selingkuhan istrinya, Jumat (31/8) lalu.

Muhhammad Marzuki salah satu keluarga korban mengatakan, kejadian bermula ketika korban hendak pulang kerumah setelah memberi kajian di salah satu majelis di Teluknaga, korban dijegat oleh pelaku dan sempat terjadi percekcokan sebelum penyiraman air keras terjadi, namun dirinya tidak mengetahui pasti ada hubungan apa antara pelaku penyiraman dengan korban dan istri korban.

“Kalau hubungan antara isteri korban dengan terduga pelaku saya tidak tahu jelas, yang akhirnya terjadi seperti ini, korban selesai pengajian pulang ke kontrakan, ditengah jalan dihadang pelaku, sempat cekcok adu mulut, terus korban disiram air kimia, ” ucap Marzuki kepada Wartawan, Senin (2/9/2019).

Menurut Marzuki, Hasanudin (korban), merupakan orang yang sangat baik, bahkan dia merasa heran ada orang yang sampai tega melukainya, Marzuki mengatakan, keseharuan korban mengajar mengaji di wilayah Kecamatan Teluknaga, dia berharap agar pelaku diberikan hukuman yang setimpal.

“Korban itu orang baik, serta tokoh agama islam, saya juga tidak habis fikir, kenapa ada orang yang sengaja jahati dia, semoga pelaku diberikan hukuman yang berat, kalau bisa hukuman mati, ” kesalnya.

Sementara itu, Isteri korban. Yatimah mengaku, dia mempunyai hubungan khusus dengan terduga pelaku yang bernama Romli, bahkan Yatimah menjelaskan, bahwa dia sudah memiliki hubungan jauh sebelum menikah dengan Hasanudin. Yatimahpun mengatakan dia, tidak mencintai Hasanudin, bahkan dia pernah meminta cerai kepada suaminya itu (Hasanudin).

“Dari sewaktu saya jadi janda juga sudah pacaran sama Romli, sebenarnya saya tidak suka dengan korban, pernah saya minta cerai, tapi korban tidak mau, lalu saya suruh Romli cari orang pinter supaya diceraikan korban, ” terangnya.

Namun, Yatima tidak menyangka jika Romli akan berbuat sampai senekat itu, menyiram Hasanudin dengan cairan kimia (air keras), sehingga suaminya meninggal dunia. Yatima merasa tidak menyuruh Romli untuk berbuat keji kepada korban, dan dirinya sangat menyesalkan kejadian tersebut.

“Saya tidak tahu dia lakuin itu sama suami saya, begitu tahu kejadian itu saya juga kaget, saya tidak suruh dia seperti itu, sekarang saya sedih suami sampai ninggal dunia, saya nyesal sekali,” imbuhnya.

Saat dikonfirmasi kepada pihak Kepolisian Teluknaga, AKP Dodi Abdulrohi Kapolsek Teluknaga membenarkan adanya pritiwa tersebut, namun dirinya enggan memberikan komentar, karena kasus tersebut sudah ditangani oleh Polres Metro Tangerang Kota.

“Iya itu benar, tapi saya belum bisa memberikan keterangan lebih lanjut, silahkan konfirmasi kepada Kapolres Metro Tangerang Kota, ” jelasnya.

Saat ini pelaku sudah berada dalam tralis besi Mapolsek Teluknaga, termasuk isteri korban yang sudah berada di Polsek Teluknaga, untuk dimintai keterangan. (Sbs/011)

You might also like
Comments
Loading...