Selama Tahun 2019, Tercatat Sebanyak 2.000 Anak di Kota Serang Menderita Stunting

Serang (28/02/2020) SatuBanten.com – Berdasarkan data hasil pemantauan yang dilakukan oleh Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Serang pada tahun 2019. Tercatat dari 60.000 balita yang ada di kota Serang, 2.000 diantaranya mengalami stunting. Hal tersebut dipicu oleh kondisi perekonomian masyarakat yang lemah.

“Meski dari tahun ke tahun angkanya cenderung menurun, jumlah anak yang menderita stunting atau gagal pertumbuhan pada anak masih cukup tinggi. Sekitar 5,8% dari jumlah balita yang ada di kota serang, atau sekitar 2000 anak,” Ujar Kepala Dinkes, M. Ikbal. Jum’at, (28/02).

Ikbal mengungkapkan, dalam penanganan stunting dan gizi buruk di Kota Serang, dibutuhkan peran serta dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) yang lain. Pasalnya, dalam penanganan tersebut, Dinkes hanya memiliki peran sebanyak 30%.

“70% lainnya ada di opd lain. Makanya dibutuhkan program-program dari OPD lain, seperti penanganan kemiskinan, pengangguran dan lain sebagainya,” ungkapnya.

Ikbal mengatakan, pihaknya juga telah melakukan berbagai program untuk menekan jumlah kasus gizi buruk di Kota Serang.

“Pertama, saya melakukan pemantauan terhadap ibu hamil dan bayi. Kedua, kalau ada yang gizi buruk untuk diberikan makanan tambahan dan yang ketiga pemberian obat tambah darah kepada siswi di tingkat SMP, SMA sampai Ibu Hamil. Karena siklus stunting berangkat dari remaja putri,” jelasnya.

Lebih lanjut Ikbal berharap agar seluruh OPD dapat bersinergi untuk menekan jumlah kasus stunting yang ada di kota Serang agar jumlahnya dapat terus berkurang.

“Mudah-mudahan juga angka stunting tidak meningkat seiring meningkatnya kemiskinan di kota serang karena menurunnya daya beli masyarakat,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Serang, Syafrudin mengungkapkan, meskipun jumlah kasus Stunting di kota Serang cenderung menurun,  Dinkes diminta untuk serius dalam menangani permasalahan tersebut.

“Walaupun hanya 5,8%, tetap menjadi masalah juga di kota Serang. Semoga dengan program yang dibuat bisa mengurangi jumlah kasus stunting yang ada. Menurun hingga 1%,” imbuhnya.

Lebih lanjut Syafrudin meminta agar Dinkes merancang program yang tepat untuk menurunkan jumlah kasus stunting di kota Serang. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...