Jelang Tahun Baru, Polda Banten Musnahkan Ribuan Botol Miras

Serang,(21/12/2018)Satubanten.com,-Sebanyak 30.155 botol minuman keras (miras) dan 11 jerigen berhasil diamankan petugas Polda Banten dan jajaran, selama operasi penyakit masyarakat menjelang pergantian tahun 2019. Ribuan botol miras tersebut diamankan petugas dari para pedagang miras dan distributor serta tempat hiburan malam.

Miras Yang telah terkumpul akhirnya di musnahkan langsung oleh Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si dan Abuya Muhtadi dari Cidahu, Pandeglang, Banten. Dengan cara menaiki alat berat lalu melintasi belasan ribu botol miras dan menunpahkan isi jeriken. Jumat (21/12/12018).

Menurut Kapolda, pengaruh miras sendiri selain merusak organ tubuh juga dapat menimbulkan tindakan kriminal. Orang yang menenggak miras, kata Kapolda, kadang lepas kontrol hingga melakukan penganiayaan. Bahkan yang terberat melakukan pembunuhan.

“Karena miras ini salah satu penyebab kejahatan. Apalagi sekarang memasuki akhir tahun. Kita harus bersihkan miras. Dampak permasalahan kadang muncul disebabkan oleh miras seperti perkelahian, keributan-keributan, pemerasan bahkan jatuhnya korban jiwa,” ujar Kapolda.

Sementara itu, Kapolda Banten Brigjen Pol Drs. Tomsi Tohir, M.Si mengatakan, pemusnahan tersebut merupakan upaya menjaga kondusifitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) menjelang perayaan Natal dan Tahun Baru 2019 di wilayah Banten.

“Hal ini adalah keseriusan kita dalam mencegah tindakan kriminal di lingkungan masyarakat. Karena miras ini merupakan salah satu penyebab munculnya keributan, anarkis dan kejahatan lainnya. Ini yang harus diberikan perhatian pada masyarakat terkait bahaya mengkonsumsi miras,” ungkapnya.

Oleh karena itu, Kapolda menegaskan, Polda Banten dan jajarannya akan serius dalam pemberantasan miras. Sanksi kepada pihak yang memperdagangkan miras tersebut telah dilakukan proses tindak pidana ringan (tipiring) agar menimbulkan efek jera dan tidak menjual barang haram tersebut. (SBS/Shinta)

You might also like
Comments
Loading...