Saat Boss Djarum Berkirim Surat ke Presiden

Dalam dua hari ini, surat salah satu orang terkaya di Indonesia, Big Boss Djarum berseliweran di timeline dan grup WA serta pagi tadi jadi headline pemberitaan.

Robert Budi Hartono sang taipan berkirim surat ke Presiden Jokowi meminta agar PSBB yang dicanangkan oleh Anies Baswedan dibatalkan. Beliau menyodorkan data dan fakta kemerosotan ekonomi akibat PSBB.

Saya baca surat ini dari Pak Peter F. Gontha mantan komisaris Chandra Asri yang juga pernah jadi Dubes RI di Polandia yg kini jadi komisaris Garuda Indonesia.

Alasan Big Boss Djarum karena unit bisnis dan geliat ekonomi bisa redup akibat PSBB. Sejurus kemudian, para hatters Anies langsung menyambut surat ini dengan riuh rendah.

Ternyata data dari Bloomberg, sejak Maret 2020 kekayaan Hartono sekeluarga terus merosot dalam masa pandemi saat ini.
Siapakah Hartono sekeluarga yang dalam 11 tahun terakhir menduduki peringkat pertama orang paling kaya di Indonesia dengan nilai 500 Trilyun lebih..?

Ternyata, selain pemilik perusahaan kretek, Hartono telah lebih dulu menguasai BCA dan Hotel Indonesia yang pernah heboh pada beberapa tahun lalu.

Walaupun Pabrik Rokok Djarum bukan berada di Jakarta, namun unit bisnis lainnya yang sedang dikembangkan oleh Hartono sekeluarga berada di Jantung Ibu Kota. Jika ingin melihat etalase kekayaan Djarum, bisa dilihat pada area sekitar Bunderan Hotel Indonesia. Penguasaan beliau akan Saham BCA dengan gedungnya di samping Hotel Indonesia yang terletak di jantung Ibu Kota.

Tentu ini menjadi pilihan sulit bagi Pak Jokowi, karena untuk ikut dalam keputusan PSBB di Jakarta yang disetujui oleh Tim Satgas Covid dan Kemenkes atau memenuhi Surat Boss Djarum dalam bayang-bayang ancaman negara lain yang menyoroti lemahnya penanganan Covid, mulai dari minimnya Alkes dan APD serta tingginya angka kematian para tenaga kesehatan di Indonesia. (**)

You might also like
Comments
Loading...