Rupiah Kritis, KAMMI Desak Pemerintah Serius Selamatkan Rupiah

Selasa, 04 September 2018

Per pukul 15.13 kurs rupiah atas dollar menembus Rp15.100,- per dollar AS dan terus mengalami fluktuasi di angka Rp15.900. KAMMI menilai, pemerintah kurang serius dan cenderung mencari kambing hitam. Jika nilai rupiah tak kunjung membaik, KAMMI akan turun aksi.

Satubanten.com – Pemerintah diminta lebih serius menyelamatkan Rupiah dari keterpurukan. Hal ini disampaikan Ketua Bidang Kebijakan Publik PP Kesatuan Aaksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Deni Setiadi dalam siaran persnya. Deni meminta Presiden Jokowi, Menko Perkonomian Darmin, Menkeu Sri Mulyani dan Guberur Bank Indonesia, Perry Warjio berhenti mencari kambing hitam dan serius menghentikan pelemahan rupiah.

Deni menilai pembelaan pemerintah jauh dari substansi persoalan dan membuat kepercayaan publik juga pasar kian merosot. “Terus menerus menyalahkan kondisi eksternal hanya membuat masyarakat kian ragu bahwa pemerintah dapat mengatasi pelemahan rupiah,” ujar Deni.

Deni mengingatkan bahwa krisis ekonomi bisa saja terjadi dan akan lebih parah dari krisis 1998 bila pemerintah tak juga serius mengatasi pelemahan rupiah. “Rakyat sudah tak tahan dengan harga-harga yang terus melambung tinggi,” tegasnya.

Baca Juga : Rupiah Melemah, Penumpang Keluhkan Kian Naiknya Harga Tiket Damri  

Selain mendesak pemerintah, KAMMI juga mengajak masyarakat dan mahasiswa untuk bersatu menyerukan “Selamatkan Rupiah” atau #SaveRupiah. Ini adalah gerakan untuk mengingatkan pemerintah agar serius menyelamatkan rupiah. Gerakan ini juga memungkinkan masyarakat agar berpartisipasi menyelamatkan rupiah dengan membeli produk lokal dan memperbanyak transaksi dengan rupiah.

“Bila pemerintah serius menyelamatkan rupiah, pelemahan rupiah akan terkendali. Masyarakat juga akan mau berdiri bersama pemerintah mengatasi krisis akibat pelemahan rupiah. Namun bila pemerintah tak serius apalagi malah mengambil keuntungan pribadi dari pelemahan rupiah, maka lebih baik Menkeu sebagai yang paling bertanggungjawab harus dicopot dan diganti dengan yang lebih baik,” sambungnya.

Baca Juga : Rupiah Melemah, Warga Kota Serang Khawatir Akan Kenaikan Sembako

Terkait gelaran IMF-WB Annual Meetings (AM) yang akan dilaksanakan pertengahan Oktober di Bali, Deni mengingatkan agar pemerintah tak lagi berhutang pada IMF karena akan merugikan kepentingan nasional. “Indonesia bisa keluar dari krisis rupiah bila pemerintah serius dan mengedepankan kepentingan nasional,” tandasnya.

“Kalau rupiah terus memburuk, Jumát ini KAMMI akan turun ke jalan berdemonstrasi di kantor kementerian keuangan untuk mendesak Sri Mulyani serius menahan pelemahan rupiah atau turun demi Kepentingan Nasional”, tutup Deni. (rls)

* Baca juga tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang KAMMI.

You might also like
Comments
Loading...