Ruas Jalan Sekitar Alun-alun Kota Cilegon Rawan Macet

 

Cilegon, 16 September 2018

Spot menarik selalu mempunyai dampak yakni kemacetan yang mungkin terjadi akibat ramainya pengunjung. Di akhir pekan keramaian makin mejadi dan akan semakin parah jika ada acara yang cukup besar.

Satubanten.com – Setelah sekian lama, akhirnya masyarakat Kota Cilegon bisa menikmati keindahan pesona Alun – alun Kota. Pasalnya sejak dibangun pada tahun 2017 dan diresmikan pada perayaan ulang tahun kota Cilegon di tahun 2018 kemarin, pemerintah menggenjot promosi kepada berbagai pihak. Hal ini dilakukan agar Alun-alun Kota Cilegon bisa menjadi magnet untuk para wisatawan local maupun mancanegara. Plt. Walikota Cilegon, Edi Ariadi bahkan mengatakan secara lantang dalam gelaran Festival GPN yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia (BI) Perwakilan Banten.

“Saya memang sengaja mempromosikan Alun-alun yang baru ini. Jadi kalau pak Asda I tadi bilang, ini baru, memang iya. Dan kemarin MTQ nggak di sini, betul. Karena memang ini baru tahun 2017 lalu dibangun,” tuturnya dalam sambutan.

Alun- alun Kota Cilegon yang dilengkapi dengan Magic Fountain atau seni Atraksi Air Mancur memang menjadi daya tarik tersendiri. Namun daya tarik ini rupanya mempunyai sisi lain yang juga perlu mendapatkan perhatian khusus. Semakin menarik suatu tempat, maka semakin banyak pengunjung yang datang. Itu berarti lalu lintas akan semakin padat, dan jika tidak diatur sedemikian rupa pasti akan mnyebabkan kemacetan.

Hal ini terjadi di malam ketika Festival GPN berlangsung, tepatnya pada hari Sabtu (15/9). Akibat pengunjung yang membanjir di Alun – alun Kota Cilegon, kemacetan panjang terjadi di ruas jalan Alun-alun, belakang kantor DPRD Kota Cilegon hingga ke arah Ramanuju – Citangkil. Baik jalan utama maupun jalan alternatif, semuanya penuh dengan kendaraan bermotor dan mobil. Akibatnya lalu lintas sempat mati total hampir sekitar setengah jam. Pengendara baru bisa keluar dari kemacetan di titik pertigaan antara Ramanuju dan KS Wajatama.

Di Ruas jalan ini, memang di sisi jalan yang mengarah ke Anyer, lalu lintas lancar. Namun di arah sebaliknya, antrian truk mengular dari pintu gerbang kawasan Karakatau Steel hingga ke pintu perempatan Sumampir. Kemacetan di titik ini justeru telah berlangsung lebih lama. Cecep salah satu sopir truk mengatakan bahwa kendaraannya sudah berhenti sejak maghrib. Dan belum juga bisa beranjak hingga pukul 23.30 WIB.

“Atuh ini saya sudah nunggu dari sore tadi, belum bisa jalan. Orang itu rame banget motor sama mobil, jadi ya mana bisa kita nerobos gitu aja,” tuturnya.

Kemacetan di ruas jalan sekitar Alun-alun memang kerap terjadi, apalagi jika bmenjelang malam hari. Keadaan makin parah jika menjelang akhir pekan, yakni di malam Sabtu atau malam Minggu. Jika pada hari itu ada acara yang cukup besar, sudah bisa dipastikan kemacetan panjang akan terjadi. Sementara ini nampaknya belum ada langkah atau perhatian khusus dari pemerintah terkait hal ini. Padahal kemacetan yang kerap terjadi ini sudah pasti mengganggu kenyamaman bersama.

 

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang Pemilu 2019 atau tentang Gerbang Pembayaran Nasional (GPN) atau tentang Alun-alun Kota Cilegon.

You might also like
Comments
Loading...