Rizal Ramli Sebut Elektabilitas Antara Jokowi dan Prabowo Tipis

Jakarta (16/1/2018) Satubanten.com – Mantan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Rizal Ramli, protes terhadap berbagai lembaga Survei yang sesumbar memenangkan elektabilitas capres Jokowi dengan selisih yang tinggi dari Prabowo.

Menurut Rizal Ramli, berkaca dari Pilkada DKI 2017, lembaga survei banyak yang keliru terkait hasil Pilgub. Saat itu Lembaga Survei menjagokan Ahok bakal menang. Namun, faktanya Anies Baswedan yang mampu unggul.

“Jarak Antara Jokowi dan Prabowo Tak Sampai 10 Persen. Bahkan Mas Jokowi 56 persen. Halah pada saat jaya jayanya mas Jokowi, hebat hebatnya Pilpres cuman 52- 53%. Kok hari ini ada klaim lembaga survei 56 persen yang bener aja,” tulisnya dalam akun Twiternya, Selasa (15/1).

“Sebetulnya tidak penting siapa yg membiayai lembaga survey,, selama methodenya betul-betul ilmiah, perkiraan akan dalam batas margin of error kurang lebih 2%. Pada kasus Ahok, kesalahan 8x margin of error.” imbuhnya.

Rizal juga mengingatkan pada saat pemilu 2014. Ibu Mega, pada saat itu masih ragu-ragu mengusung Jokowi, Apalagi Bang Thaufik alm. Tetapi akibat rekayasa hasil 12 surveyor yg masif, akhirnya Mbak Mega dukung Jokowi. Media mainstream telan mentah2 propaganda itu. Padahal waktu itu “Jkw Effect hanya 2,4%”, bukan 15-17%, 7-8x margin of errors.

“Pilpres 2014, 12 surveyor disewa backers Mas Jokowi. Kesimpulannya seragam: Jika PDIP calonkan Jokowi, PDIP akan naik dari 16% ke 33-35%. Tapi kalau calonkan Mbak Mega, PDIP bakal anjlok ke 12%. Jkw terpilih jadi Presiden 2014, PDIP hanya naik ke 18,4% ” ujarnya.

Rizal Ramli juga mengingatkan kepada pendukung dua kandidat capres bahwa 20% pemilih belum tentukan sikap (swing voters), Masih cair dan semua bisa berpeluang. (SBS/02)

jok

)

You might also like
Comments
Loading...