Ribuan Penumpang KRL asal Jakarta dan Tangerang Padati Stasiun Rangkas Bitung

Rangkasbitung (22/05/2020) Satubanten.com – Dengan menggunakan moda transportasi Kereta Api Listrik, (KRL) ribuan pemudik asal wilayah zona merah yakni Tangerang dan Jakarta, kembali memadati stasiun Rangkasbitung, Lebak.

Pantauan Satu Banten di lokasi, tidak terlihat adanya protokol kesehatan penanganan covid 19 yang berarti yang dilakukan oleh petugas, disaat para penumpang datang di malam hari.

Para penumpang KRL, asal Tanah Abang Jakarta yang tiba Rangkasbitung, pada jumat malam, tampak berjejal dan berdesakan, saat akan keluar dari gerbong kereta menuju pintu keluar stasiun rangkasbitung.

Salah seorang penumpang asal Jakarta, Wardiman (49) mengaku saat ini perusahaan tempat ia bekerja sudah meliburkan karyawannya hingga 1 Juni mendatang.

“Perusahaan tempat saya bekerja sudah libur dan akan masuk kembali tanggal 1 Juni mendatang. Saya ingin pulang kampung di Rangkasbitung, meski suasana pandemi covid 19. Saat memasuki stasiun Tanah Abang, Jakarta, petugas melakukan pemeriksaan suhu tubuh, namun saat tiba di rangkas, kami tidak melihat adanya pengecekan para penumpang yang turun,” jelasnya.

Hal serupa juga di utarakan salah seorang penumpang Hartini (30) asal Jakarta, jika saat ini dirinya memilih mudik dengan menggunakan moda transportasi KRL, karena lebih aman karena pulang disaat malam hari.

“Saya memilih pulang kampung disaat malam hari karena lebih aman. Saat berangkat dari Jakarta seluruh gerbong kereta tampak dipenuhi penumpang. Saya pakai masker jadi hingga saat ini saya masih merasa aman dari virus covid 19,” ujarnya.

Sejak pemerintah membuka kembali jalur transportasi umum, banyak pemudik yang menggunakan moda transportasi KRL, untuk sampai ke tempat tujuan.

Hingga saat ini wilayah kabupaten Lebak masih tergolong wilayah zona hijau, penyebaran covid 19, dengan jumlah orang tanpa gejala berjumlah 41 orang, jumlah orang dalam pemantauan 539 orang dan pasien dalam pengawasan berjumlah 31 orang.

Meski tidak ada korban meninggal dunia akibat terpapar virus covid 19, namun tidak menutup kemungkinan jika angka pasien positif dan kematian akan bermunculan, jika warga pendatang yang berasal dari wilayah zona merah, terus memasuki wilayah Rangkasbitung. (Bang Nas)

You might also like
Comments
Loading...