Respon Perkembangan Ekonomi Digital, BI Banten Lakukan Inovasi  E-Commerce dan QRIS

Bali (30/9/2019) Satubanten.com –  Perkembangan digitalisasi untuk semua sektor di  seluruh masyarakat dunia, termasuk Indonesia  menuntut adanya inovasi di segala bidang . Tak terkecuali dalam sistem transaksi,  salah satunya sistem pembayaran non tunai yang saat ini sedang dikembangkan oleh Bank Indonesia (BI).

Kepala Kantor Perwakilan BI Banten Erwin Soeriadimadja mengatakan, BI Banten mendukung perkembangan ekonomi digital yang mulai tumbuh di Indonesia.  Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pembayaran uang tunai, sehingga transaksi mudah dan aman. Menurutnya, saat ini di Banten sendiri masyarakatnya sudah menerima pembayaran secara non tunai.  Hal ini terbukti dengan banyaknya aplikasi serta sistem pembayaran melalui uang elektronik.

“Intinya Bank Indonesia mendukung perkembangan ekonomi digital di perbankan.  Sehingga ditahun mendatang Indonesia sudah bisa mengembangkan uang elektronik seiring pertumbuhan dunia digitalisasi,” ujarnya, usai acara Capacity Building di salah satu hotel di Bali, Sabtu (28/9) malam.

BI juga melakukan  beberapa inovasi  e-commerce untuk menarik minat masyarakat.  Seperti sejumlah produk pertanian yang kini sudah mulai merambah kedalam dunia digital. “Di dalam produk pertanian itu juga ada penggunaan ekonomi digital didalamnya. Seperti pemasaran produknya,” tambahnya.

Selain itu, ada juga sistem Quick Response Indonesian Standar (QRIS) yang dimaksudkan untuk mengefisienkan transaksi ritel. “Ini juga masuk dalam sistem pembayaran non tunai, karena cukup dengan scanning QR saja. Sehingga ini lebih memudahkan pembayaran juga,” ucapnya.

Sementara, Analis DKSP Bank Indonesia Putu Paulus Adi Susila menjelaskan, Indonesia adalah pasar besar dan potensial untuk menyerap arus digitalisasi. Sebab, negara besar dengan jumlah generasi milenial yang lebih dominan dibandingkan negara lain.

“Sehingga, sangat dimungkinkan kalau Indonesia akan menjadi salah satu negara yang juga menerapkan sistem digital dalam melakukan setiap transaksi. Hampir semua masyarakatnya memiliki telepon pintar. Bukan hanya orang dewasa, tapi juga anak-anak,” katanya.

Lanjutnya, saat ini teknologi dan digitalisasi adalah kebutuhan masyarakat. Mulai dari membeli peralatan rumah tangga, sekolah, kemudian transportasi, hingga metode pembelajaran jarak jauh. “Jadi, kami (Bank Indonesia) terus melakukan inovasi dan pengembangan sistem non tunai,” imbuhnya. (SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...