Reorientasi Karir Lulusan Perguruan Tinggi Pasca Pandemi

 

(Radiyah Juliezar, Mahasiswa Program Studi S1 Akuntansi Universitas Pamulang)

 

OPINI, Satubanten.com- Masa muda adalah masa yang paling indah, adalah pepatah lama yang sudah sering didengar remajaIndonesia. Masa muda identik dengan kondisi fisik yang prima dan pikiran yang fresh, membuat konsentrasi belajar mudah dilakukan. Maka tak heran, Proklamator Indonesia berkata “Beri aku 10 pemuda, niscaya akan kuguncangkan dunia”, artinya masa muda adalah periode emas untuk menghasilkan karya monumental dalam satu fase kehidupan.

Situasi pandemi covid 19, membuat pemerintah membuat kebijakan pembatasan aktivitas, diantaranya Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1-4 untuk mencegah penularan virus Corona, yang memaksa menutup hampir semua fasilitas umum seperti kampus dan perkantoran. Kini ativitas di kampus berhenti, kampus sebagai center of excellence, yang biasanya penuh dengan hingar bingar kegiatan belajar mengajar dan kemahasiswaan seakan mati suri, sehingga mahasiswa kehilangan kesempatan-kesempatan untuk mengasah soft skill yang biasanya diraih dengan interaksi di organisasi.

“Pandemi akan berakhir esok”, adalah asa yang harus terus kita pelihara, agar motivasi hidup tetap menyala. Bagi mahasiswa, tetap bersemangat menatap hari esok yang cerah merupakan suatu keharusan. Lalu setelah menyelesaikan masa studinya, menjadi alumni sukses dan mendapatkan karir yang baik, sesuai dengan kompetensi yang dipelajarinya selama masa kuliah.

Namun, pandemi mengubah banyak ritme kehidupan. Pasca pandemi pun diprediksi ritme kehidupan akan berbeda. Oleh karena itu, bagi angkatan kerja yang lulus selama pandemi dan pasca pandemi, harus siap beradaptasi dengan budaya kerja yang baru. Hal itu disebabkan perusahaan yang mampu survive ditengah pandemi memiliki kriteria tambahan dalam merekrut karyawan.

Penggunaan teknologi dan informasi kini menjadi lebih dominan dalam bekerja, apalagi dalam bidang keuangan dan akuntansi yang selalu berhadapan dengan pengolahan data keuangan perusahaan. Social Distancing menuntut karyawan harus tetap produktif tanpa pengawasan ditengah situasi rumah yang mudah men-distrack konsentrasi kerja. Fakultas Psikologi UI (2021) memberikan saran kepada freshgraduate diharapkan mampu memiliki kemampuan agility, collaboration, growth mindset dan kemampuan menerima feedback dalam menghadapi tantangan di dunia kerja. Selain itu kemampuan digital savvy menjadi mutlak diperlukan di era digitalisasi.

Pelambatan ekonomi membuat tidak sedikit perusahaan mengurangi karyawan untuk bertahan, bahkan banyak yang menutup usaha. Kemenaker merilis data bahwa pada November 2020 ada 29,12 juta orang penduduk usia kerja yang terdampak pandemi, dan jumlah penganggur naik menjadi 9,7 juta orang. Ditengah pandemi, data Kemenaker (2021) menyatakan serapan tenaga kerja yang tersedia hanya 1,3 Juta lapangan kerja, padahal setiap tahun, lulusan baru dari sekolah menengah dan perguruan tinggi sekitar 3 Juta orang. Hal ini menunjukkan bahwa persaingan para freshgraduate untuk mendapatkan pekerjaan yang diimpikan semakin ketat.

Oleh karena itu, para lulusan Perguruan Tinggi kini harus mereorientasi karir impiannya, dari yang sebelumnya menginginkan bekerja di perusahaan besar, BUMN atau menjadi ASN, sebaiknya para freshgraduate kini mulai melirik untuk berkarir, atau sebagai pelaku di sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang memberikan peluang tanpa batas.

Selain, untuk mengisi waktu tunggu sebelum masuk ke bursa kerja impian, menjadi pelaku atau bekerja di UMKM akan menambah wawasan dan ketrampilan berwirausaha, sehingga menjadi lebih bahkan jika ditekuni dengan baik, usaha UMKM akan memberikan penghasilan yang cukup baik, bahkan tidak kalah dengan bekerja di perusahaan yang bonafid.

Jangan menunggu, jangan menunda-nunda. Segera tantang kesulitan dan hambatan yang ada karena tidak ada cerita orang sukses tanpa tantangan. Jangan gampang menyerah, optimistis menantang masa depan (Menko PMK Muhadjir, 2021). (Sbs11)

You might also like
Comments
Loading...