Relokasi PKL Stadion ke Pasar Kepandean Masih Sepi

Serang (18/1/2019) Satubanten.com – Relokasi PKL yang ada di stadion ke Pasar Kepandean belum terlihat maksimal.  Kios- kios dikawasan tersebut masih terlihat kosong dan sepi, hanya ada beberapa orang yang sedang merapikan kiosnya, Jum’at (18/1).

Sebagian tempat disana sudah disiapkan oleh pemkot dan ada juga yang dibangun sendiri-sendiri. “Membangun sendiri-sendiri, tapi sebagian kecil kami siapkan. Pedagang sebagian sudah pindah,” ujar Wali Kota Serang, Syafrudin

Ia mengatakan, para pedagang tersebut sudah mendaftar untuk mengisi tempat yang telah disediakan. “Sampai saat ini memang sudah banyak juga yang daftar untuk dipindahkan kesana,” katanya.

Mengenai retribusi atau biaya sewa, pemkot memberikan secara gratis untuk sementara ini. “Sementara ini gratis, sampai perkembangannya memungkinkan, baru kami tarik retribusinya,” katanya.

Pihak pemkot memberikan waktu kepada para pedagang agar bisa mengembangkan usahanya terlebih dahulu. “Jadi kami kasih waktu terlebih dahulu agar berkembang. Mungkin bisa satu tahun, setengah tahun, ya tergantung dari perkembangannya,” katanya.

Tujuan dari tenggat waktu tersebut ditujukan agar masyarakat Kota Serang tahu bahwa para pedagang yang tadinya berjualan di stadion berpindah tempat di Pasar Kepandean. “Hingga masyarakat semuanya tau bahwa para pedagang di stadion pindah ke kepandean,” tuturnya.

Untuk kios yang disediakan pemkot tersebut dibenarkan oleh seorang pedagang, Sukma Saefi Maulana, yang pada saat itu sedang membereskan lapak untuk jualannya mengatakan, ada 14 kios yang disiapkan oleh Wali Kota Serang.

“Dari Pemkot disiapkan 14 kios, tapi memang diprioritaskan buat pedagang yang di pasar Kepandean dulu. Kalau yang pindahan itu ada kavlingnya, nah itu yang bangun sendiri,” ujarnya

Sedangkan Pepe yang juga pedagang merasa ragu, jik kepindahannya ke Pasar Kepandean sama ramai seperti saat dia berjualan di stadion. “Agak ragu aja, soalnya kan disini sepi, terus langsung ke pinggir jalan, gak kayak di stadion udah satu kawasan aja gitu,” katanya.

Tetapi, dia dan rekannya akan mencoba untuk membuka lapaknya beberapa waktu. “Kalo udah mulai efektif, nanti saya coba buka dulu, rame apa engga, terus laku apa engga, seenggaknya ada yang beli aja dulu,” ujarnya.

Namun ketika ditanya kapan akan mulai berjualan, dia masih belum tau, karena pihak pemkot belum memberitahu dan sebagian besar lapak pun masih berupa tanah kosong. “Masih harus diberesin dulu, belum tau juga kapan ini dibukanya. Perkiraan saya mah bulan depan kayaknya,” ucapnya. (SBS/Q-029)

You might also like
Comments
Loading...