Refleksi Pembelajaran Selama Covid-19, Dari Classroom Sampai Microsoft Teams

Oleh:

Sayuti Darajat, S.Pd.I, M.Pd

Guru PAI SMAN 1 Kota Serang


OPINI – Satu tahun lebih wabah virus corona atau yang sering didengar dengan nama covid-19 di Indonesia belum menunjukkan tanda-tanda berakhir. Berbagai upaya telah dilakukan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus yang semakin meluas. Dampak dari Covid 19 ini sangat berpengaruh di semua lini kehidupan, salah satunya di dunia pendidikan. Pemerintah telah mengeluarkan berbagai kebijakan untuk menghadapi kendala pembelajaran di masa pandemi Covid-19, seperti revisi surat keputusan bersama (SKB) Empat Menteri yang telah diterbitkan tanggal 7 Agustus 2020.

Google Classroom
Walaupun kebijakan itu dikeluarkan setelah empat bulan Covid 19 menyebar di Indonesia, pembelajaran jarak jauh telah dimulai oleh para guru sejak akhir bulan Maret 2020, termasuk penulis dalam hal ini dengan mengunakan platform Google Classroom dan WA group.
Mengapa penulis memanfaatkan dalam pembelajaran online mengunakan Google Classroom? Google Classroom merupakan layanan online gratis untuk sekolah, lembaga non-profit dan siapa pun yang memiliki Akun Google. Google Classroom memudahkan penulis dan para peserta didik tetap terhubung yang bertujuan menyederhanakan pembuatan, pendistribusian dan penetapan tugas dengan cara tanpa kertas. Penggunaan platform Google Classroom ini telah menemani penulis selama kurang lebih tiga bulan, dari akhir maret 2020 sampai dengan juni 2020. Sedangkan WA group penulis gunakan untuk menginformasikan kode kelas di Google Classroom kepada para peserta didik agar mereka bisa memasuki kelas maya di platform Googel Classroom.

Adapun langkah-langkah membuat kelas maya dengan google classroom, penulis mulai dengan membuka alamat web https://classroom.google.com lalu login menggunakan akun gmail yang telah penulis miliki. Setelah itu, penulis mengklik tanda (+) dan ada dua pilihan yaitu join class atau create class. Untuk guru yang akan membuat kelas maya, tentu memilih create class. Buat nama kelas dengan mengisi form yang telah tersedia, lalu klik Create. Selanjutnya penulis masuk ke halaman kelas. Kode kelas yang muncul disetiap kelas, penulis bagikan melalui Wa group supaya mereka bisa bergabung. Selalunjutnya penulis bisa memposting materi pelajaran atau pengumuman, file materi, file video dengan klik add lalu klik post.

Sedangkan untuk memberikan tugas kepada peserta didik, penulis tinggal mengklik classwork dengan beberapa pilihan menu diantaranya pertama, Assignment, yakni sebuah fitur untuk memberikan tugas seperti mengerjakan soal tetapi soalnya diketik langsung di form tersebut, bisa juga memberikan tugas merangkum dan lain-lain serta pengaturan waktu kapan saja siswa bisa mengerjakannya. Jika peserta didik sudah mengerjakannya, penulis bisa memantau siapa saja diantara peserta didik yang telah mengerjakan dan yang belum. Selanjutnya penulis bisa memberikan nilai untuk masing-masing peserta didik sesuai tugas yang sudah dikumpukan.

Menu yang kedua adalah Quiz Assignment, yakni penulis membuat soal kuiz dengan menggunakan google form. Untuk membuatnya cukup mudah, dengan mengklik blank quiz maka akan terhubung dengan google form. Penulis langsung membuat soal, bisa dengan bentuk soal pilihan ganda atau uraian dengan memberikan kunci jawaban dan bobot untuk semua soal.

Menu yang ketiga adalah Question, yakni sebuah fitur yang penulis manfaatkan untuk memberikan pertanyaan kepada peserta didik (fitur ini hampir saman dengan fitur Assignment). Sedangkan menu yang terakhir adalah Material, yakni sebuah fitur yang bisa penulis gunakan untuk memberi materi yang bisa peserta didik pelajari berupa file paparan, modul atau video pembelajaran.

Semua tugas dan bahan yang telah penulis berikan di Classwork akan muncul di bagian beranda, jadi para peserta didik bisa melihat info apa yang terkait dengan aktivitas kelas dan dapat berdiskusi antara guru dan siswa serta diantara sesama siswa itu sendiri. Untuk memantau progres pengerjaan tugas-tugas siswa, penulis mengontrolnya melalui fitur grades.

Microsoft Teams
Setelah memasuki tahun ajaran baru 2020/2021, sekolah penulis menetapkan platform yang akan digunakan dalam pembelajaran adalah Microsoft Teams dari Micosoft Office 365. Apa itu Microsoft Teams 365? Microsoft Teams adalah aplikasi yang dapat menghubungkan bagi sebuah tim, baik di organisasi skala kecil atau besar yang memungkinkan pengguna berkolaborasi dan berkomunikasi dengan mudah dimanapun berada. Atau platform kolaborasi berbasis obrolan berfitur lengkap yang dapat mendukung aktivitas berbagi dokumen, rapat/pertemuan online dan banyak lagi fitur yang sangat berguna dalam proses pembelajaran di kelas maya.

Fitur Microsoft Teams diantaranya adalah Chat, aplikasi ini memiliki fokus yang besar pada obrolan. Penulis dan siswa dapat mengirim gambar GIF, stiker, emoji dan teks standar melalui chatting secara personal atau obrolan grup. Fitur panggilan Audio dan video penulis gunakan untuk penyampaian materi atau diskusi secara langsung dengan cepat. Pada fitur konferensi video ini terdapat pembuatan catatan rapat, berbagi layar, perekaman rapat dan pesan instan. Microsoft Teams telah menemani penulis selama satu tahun pelajaran 2020/2021 untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh.

Refleksi Pembelajaran Selama Covid-19
Di setiap memulai pembelajaran, penulis mengabsen ssiwa untuk memastikan mereka online dijam tersebut dan mengikuti pembelajaran. penulis memulai pembelajar tersebut dengan memberikan pertanyaan reflektif dan motivasi ke siswa. Diawal pembelajaran penulis selalu mengingatkan kepada seluruh siswa untuk tetap melaksanakan protokol kesehatan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Selama ini pembelajaran jarak jauh yang penulis terapkan ada dua pendekatan/metode, pertama dengan konferensi video (Sinkron), yaitu seperangkat teknologi telekomunikasi interaktif yang memungkinkan dua pihak atau lebih di lokasi berbeda dapat berinteraksi melalui pengiriman dua arah audio dan video secara bersamaan atau dengan bahasa sederhananya, rapat/pertemuan online.

Kedua, pembelajaran Asinkron yaitu pembelajaran yang menggunakan jaringan internet dan memanfaatkan satu aplikasi dimana penulis dan peserta didik berkomunikasi dalam waktu yang tidak sama atau ada jeda komunikasi yang terjadi antara guru dan peserta didik. Misalnya penulis menggunakan aplikasi Google Classroom atau Microsoft Teams untuk mengunggah materi ataupun tugas untuk dikerjakan oleh peserta didik dengan memberikan batas waktu pengerjaannya.

Setelah tugas dikerjakan oleh peserta didik, penulis selaku guru memeriksanya melalui flatform yang digunakan dan melaksanakan mereview pembelajaran yang dilakukan oleh peserta didik secara langsung (online) memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi materi yang belum dipahami, peserta didik diberikan kesempatan untuk merefleksi pembelajaran, memberikan feedback/umpan balik terhadap tugas yang telah dikerjakan dan memberikan instruksi untuk pembelajaran berikutnya.

Kelebihan dan Kekurangan Pembelajaran Jarak Jauh
Setelah melaksanakan pembelajaran selama kurang lebih satu tahun ini, penulis melihat dan merasakan kelebihan dan kekurangan dalam proses pembelajaran jarak jauh selama pandemi ini. Diantara kelebihannya adalah lebih menyenangkan. Sebab penulis dan peserta didik dapat memanfaatkan sejumlah media untuk melakukan presentasi dengan berbagai macam media.

Sedangkan kekurangan dari pembalajaran jarak jauh adalah sulit mengontrol peserta didik yang serius dan tidak dalam pembelajaran. Sehingga pengawasan dalam pembelajaran jarak jauh jadi berkurang. Transfer ilmu dalam pembelajaran jarak jauh masih mungkin dilakukan, tetapi sulit menanamkan sikap, perilaku dan nilai. Semoga pandemi covid-19 segera berakhir dan kita tidak kehilangan generasi yang Tut Wuri Handayani, Ing Ngarso Sung Tulodho dan Ing Madyo Mangun Karso. (***)

You might also like
Comments
Loading...