Ratu Tisha; Bidadari Sepak Bola Indonesia

Dunia Sepak bola Indonesia familiar dengan nama Ratu Tisha Destria. Wanita kelahiran 30 Desember 1985 ini pernah menjabat posisi Sekjen PSSI sejak tahun 2017. Ia merupakan wanita pertama yang menduduki jabatan itu dalam sejarah lahirnya PSSI.

Sebelum menjadi Sekjen PSSI, Ratu Tisha menjabat Direktur Kompetisi dan Operasional PT Liga Indonesia Baru (LIB), operator kompetisi. Pada bulan April 2020.

Karier Tisha di sepak bola makin menanjak setelah terpilih sebagai wakil Presiden AFF. Namun, Ratu Tisha secara mengejutkan mundur dari jabatannya sebagai Sekjen PSSI pada April lalu.

Prestasi apik Tisha dalam menangani sepakbola Indonesia pun tidak lepas dari pengalamannya. Perjalanan karier panjang Tisha dalam manajerial sepakbola membuat namanya tidak dipandang sebelah mata.

Berawal dari mendirikan LabBola pada 2008, Tisha mulai mengembangkan kaier di dunia sepakbola. Usaha yang bergerak dalam bidang penyedia data analisis di dunia olahraga tersebut memberi pengalaman besar untuk Tisha.

Pada 2013, Tisha melanjutkan pendidikannya di Federasi Sepakbola Dunia (FIFA). Ia menjadi salah satu dari 28 orang yang terpilih dan menjadi satu-satunya wakil dari Indonesia. Pada pendidikannya tersebut, Tihsa mengambil bidang studi Sport Humanity, Manajemen Olahraga, dan Hukum Olahraga.

Ratu Tisha blak-blakan menceritakan pengalaman dan alasannya terjun di dunia organisasi sepak bola, dalam tayangan YouTube Sandiaga Uno baru-baru ini. Ia mengaku begitu nyaman di dunia sepak bola.

“Menjadi hal yang sangat mengesankan bagi saya di olahraga khususnya sepak bola. Saya tidak pernah mendapat sedikitpun diskriminasi sebagai wanita. Sama sekali, luar biasa, jadi bersama mengembangkan organisasi. Juga tidak ada jarak dari segi usia antar pengurusnya,” terang Ratu Tisha.

“Ada tantangan tersendiri pada ide bukan gender, jadi bukan karena dianggap perempuan. Semua ikut dalam diskusi dan kembali ke pribadi sendiri. Kembali ke perempuan Indonesia untuk bisa mendapat kesempatan dalam berkarya,” ungkap Ratu Tisha.

Ratu Tisha mengaku sulit meninggalkan dunia sepak bola. Saat bekerja di perusahaan minyak raksasa Schlumberger, pada akhirnya Ratu Tisha memilih mundur.

Ia punya bekal pengalaman di sepak bola Indonesia dengan bekerja di operator kompetisi dan menjadi petinggi di PSSI. Tisha terpilih sebagai wakil Presiden federasi sepak bola Asia Tenggara (AFF) periode 2019 hingga 2023. Ia terpilih dalam kongres luar biasa AFF di Laos pada Juni tahun lalu.

“Di federasi regional, baru pertama ini dijabat oleh seorang perempuan. Banyak sedikit kegundahan memang untuk melangkah. Saat saya di Bangkok ngobrol di FIFA dan AFC untuk meminta saya mengambil kesempatan itu. Hingga saya terpilih secara aklamasi,” cerita Ratu Tisha.

Ia menyebut, industri sepak bola kata kuncinya adalah sinergi yang harus hidup antar wilayahnya. Tisha tak sependapat pemerintah terus dituntut untuk menyelesaikan banyak hal di dunia olahraga.

“Sebagai warga negara, apa yang sudah kita beri untuk olahraga kita. Setidaknya antar sektor tidak bisa berdiri sendiri untuk membentuk ekosistem dengan tujuan yang sama,” jelasnya.
(****)

You might also like
Comments
Loading...