Rakernas SMSI : Masa Pandemi, Pengusaha Media Harus Kreatif Memberi Kesejahteraan Wartawannya

Anyer, satubanten.com – Ketua Serikat Media Siber Indonesia (SMSI), Firdaus menginginkan anggotanya untuk membangun hubungan baik dengan Persatuan Wartawan Indonesia (PWI).
Hal itu dikatakannya saat Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Pertama di Hotel Marbella Anyer, Serang, Banten, Ahad (27/9/2020).

Menurutnya, SMSI dan PWI tak ubahnya seperti dua sisi mata uang yang satu sama lain tetap melekat. Sebab, SMSI didirikan oleh PWI karena sudah memprediksi akan terjadi penurunan pembaca media cetak yang beralih ke media online.
Maka dibentuklah SMSI sebagai wadah pengusaha media online. Peran PWI dalam pendirian SMSI sangat besar karena sebagai pendiri dari tingkat pusat maupun daerah.

“Awal-awal, SMSI di daerah dideklarasikan oleh PWI Propinsi. Maka tercatat dalam sejarah, bahwa Ketua PWI Propinsi adalah pendiri SMSI,” kata Firdaus.

Lebih lanjut dalam sambutannya, Firdaus mengatakan, SMSI harus bisa mengupayakan kesejahteraan orang-orang yang terlibat dalam perusahaan media.

Firdaus menjelaskan, sekarang SMSI sudah memiliki news room yang akan menjadi media besar karena ditopang oleh ribuan perusahaan media.

Dikatakan Firdaus, saat ini perusahaan media online bisa mendapatkan penghasilan dari adsense dan tidak lagi bergantung dari iklan yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

“Untuk itu, didirikannya news room siberindo.co sangat menguntungkan bagi anggotanya. Karena setiap media anggota bisa mengutip berita dari daerah lain yang tayang di siberindo.co,” katanya.

Sementara itu, Menteri Komunikasi dan Informatika RI , Johnny G. Plate mengajak pengurus SMSI semakin memperkuat komitmen dan memperluas peranannya untuk menjadi media yang sehat bagi masyarakat.

“Kita perangi konten-konten negatif di sosial media,” kata Johnny G. Plate.

Mewakili Dewan Pers, Prof Henry CH Bangun mengapresiasi pelaksanaan rakernas yang berlangsung dengan mematuhi protokol copid 19.

Dikatakan Prof Henry CH Bangun, kelebihan SMSI berhasil menghimpun 1.224 perusahaan media online di 34 Propinsi.

“Saat ini banyak media yang mulai bangkrut, terlebih di masa pandemi. Maka itu SMSI harus mencari jalan keluar agar media online yang menjadi anggotanya bisa tetap bertahan,” ujarnya. (Rls/009)

You might also like
Comments
Loading...