Rahasia Sukses Jamkrida Ala Hendra Indra Rachman

Sebagai salah satu Unit Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), Jamkrida Banten tergolong masih sangat belia. Sejak berdiri pada 24 September 2014, umur Jamkrida Banten belum lagi genap setengah windu. Namun kiprahnya di dunia penyedia kredit UMKM di daerah Banten telah menunjukkan taring yang lumayan tajam. Bagaimana tidak, dalam rentang waktu yang relatif singkat Jamkrida Banten sudah bisa membukukan laba hingga Rp. 1,5 miliar pada 2017 dari modal awal sebesar Rp. 56 miliar. Dari keuntungan yang sekitar 2,6 persen tersebut trennya semakin naik dari waktu ke waktu.

Angka keuntungan tersebut jauh lebih baik dibandingkan angka keuntungan yang dibukukan Jamkrida Jakarta yang hanya membukukan keuntungan sebesar Rp. 3 miliar dari modal awal sebesar Rp. 300 miliar atau hanya setara 1 persen saja. Angka keuntungan tersebut tidak sampai setengahnya dari keuntungan yang dibukukan Jamkrida Banten. Oleh karena itu tidak salah jika pada Mei 2018 lalu Majalah BusinessNews Indonesia yang bekerjasama dengan Sinergi Daya Prima menganugerahi Jamkrida Banten dengan anugerah Top Jamkrida 2018. Semua prestasi gemilang itu tentu tidak lepas dari peran Dirut Utama Jamkrida Banten, Hendra.

Nama lengkapnya adalah Hendra Indra Rachman, pria kelahiran asli Garut yang telah lama berkeliling di tanah Sabang kini mengabdikan dirinya di tanah Jawara, Banten. Kecermerlangan kerjanya di Jamkrida Banten adalah hasil dari prinsip yang dia anut yakni “Sedikit lebih beda adalah lebih baik dari sedikit lebih baik”.

“Jadi kami bikin bisnis-bisnisnya yang agak berbeda dari temen-temen, seperti misalnya kita berani dilakukan pemeringkatan dengan lembaga pemerngkat nasional, kami juga lembaga yang berani membuka unit usaha syariah,kami juga berani buka custom wall, ya kita memang pengennya different. Kalau main besar-besaran kita kalah sama yang lain,” kata bapak dua anak tersebut.

Kariernya dimulai dari jajaran paling bawah di dunia perbankan, yakni sebagai admin pembukuan, padahal Ijazah S1 nya bukan ekonomi melainkan hukum. Hanya ia sangat ingin menjadi seorang legal drafting perbankan sehingga ia melanjutkan S2 di jurusan Kenotariaan Universitas Padjadjaran (Unpad) Bandung. Namun karena pada saat itu dunia perbankkan Indonesia sedang jatuh, ia memilih langsung berkarier di dunia perbankkan dengan modal ijazah S1 Hukum dan surat keterangan Kenotariaan.

Setelah berkarier selama lebih dari 10 tahun di dunia perbankan, barulah ia mencoba menelusuri jalur karier baru di dunia Jamkrida. Awalny ia mendaftar, setelah menemukan lowongan sebagai Direktur dan Komisaris PT Jamkrida Banten. Setelah melengkapi berbagai macam persyaratan, ia melakukan Fit and Proper Test di Banten. Setelah itu, kembali dilakukan Fit And Proper Test di Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Dari seleksi tersebut ternyata ia memperoleh nilai tertinggi sehingga direkomendasikan menjadi Direktur untuk PT Jamkrida Bnten.

“Nah ini lucu, saya itu orang yang nggak ngerti Banten. Saya tahunya itu dari internet. Jadi sehabis lulus seleksi, saya datang kesini saya nggak ada yang kenal disini makanya jadi temen saya dong,” ujarnya sembari bercanda.

Selain menjabat sebagai Direktur Utama PT Jamkrida Banten, Hendra juga mengajar sebagai dosen di Universitas Bina Bangsa. Pria yang hobi berolahraga dan membaca  ini juga sempat mengampu Mata Kuliah dari Ekonomi Manjerial hingga Mata Kuliah Bank dan Lembaga Keuangan. Kini dengan keluarganya yang terpisah di Garut sedangkan dia Banten, predikat Weekend Husband sepertinya sangat cocok disandang oleh Hendra. Namun hal tersebut tidak menghalangi dirinya untuk mencurahkan perhatiannya terhadap keluarga kecilnya, terbukti dalam momen liburan lebaran kemarin ia menyempatkan berlibur bersama sembari menunaikan ibadah Umroh ke Tanah Suci Mekkah. Sungguh pilihan destinasi liburan yang tidak biasa, bukan? (IBC/SBS32)

 

You might also like
Comments
Loading...