Qunutan, Tradisi Kupatan Dipertengahan Hari Ke 15 Ramadhan

Pandeglang, (20/05/2019)- Satubanten.com-  Umat Islam di seluruh Indonesia telah menjalani puasa Ramadan hingga hari ke-15 pada tanggal 15 Ramadan 1440H atau Senin, 20 Mei 2019.

Ketika bulan puasa tiba, salah satu momen yang istimewa adalah datangnya azan maghrib sebagai tanda usainya menahan lapar, haus, dan hal-hal yang membatalkan puasa selama sehari penuh.

Dan dihari ke 15 puasa ramadhan masyarakat Banten pasti ada tradisi qunutan. Tradisi tersebut salah satu cara masyarakat mensyukuri telah melewati paruh pertama Ramadan. Tradisi yang digelar setiap 15 Ramadan itu,biasanya masyarakat membuat ketupat bersama opor ayam atau sayur kulit tangkil dan sambel kentang goreng. Dari sinilah sebagian masyarakat, ada yang menyebut qunutan dengan sebutan kupatan.

”Dalam qunutan merupakan tradisi yang baik dan tidak melanggar syariat, karena hakikatnya di dalamnya itu adalah kegiatan bersedekah. Hanya saja, dibungkus dengan sebuah tradisi yang sudah beredar di masyarakat.”

Dalam tradisi qunutan atau kupat qunutan, biasanya masyarakat membawa ketupat yang sudah matang ke masjid menjelang Salat Tarawih dan kemudian melakukan riungan (pembacaan doa) oleh jemaah usai Salat Tarawih. Uniknya, yang dibawa bukan hanya ketupat, tetapi juga lengkap dengan sayur dan lauk pauk lainnya.

“Selain ketupat dimakan bersama-sama, juga sisanya ketupat tersebut dibagi-bagikan untuk dibawa pulang oleh jemaah masjid. Yang dimaksudkan untuk meraih berkah pada bulan suci ini.” (Sbs/011)

You might also like
Comments
Loading...