Purwaindera Arie : Dari Suka Kopi Hingga Buka Kedai Kopi

Serang, (15/10/2018) Satubanten.comPurwaindera Arie adalah seorang penikmat kopi yang kini sukses membuka usaha kafe dengan sajian aneka kopi yang langsung diracik oleh tangannya sendiri.

Arie, begitu sapaan akrabnya pertama kali mengenal kopi saat dirinya tinggal di Bali selama hampir sembilan tahun, dan empat tahun terakhir ini mulai mendalami tentang kopi serta cara penyajian dan racikannya.

Berawal dari rasa penasarannya untuk mengenal kopi lebih mendalam serta bagaimana proses awal meracik kopi, dia dan istrinya sepakat untuk mencoba belajar tentang kopi kepada para petani dan teman-temannya di Bali.

“Sebagai penikmat kopi saya dan istri  juga ingin lebih mengenal serta lebih banyak tau bagaimana cara penyajian kopi yang benar. Kebetulan di Bali saya bertemu dengan teman-teman penggiat kopi dan juga petani kopi,” ujar pria kelahiran Jakarta, 05 Juli 1976 tahun yang lalu ini.

Bersama teman-temannya di Bali, Arie belajar banyak tentang kopi. Mulai dari cara penanaman, perawatan, hingga panen dan pengolahan kopi sampai menjadi kopi yang dihidangkan. Selama lebih dari satu tahun dirinya mendalami semua tentang kopi dan terus melakukan percobaan pada racikan kopi buatannya agar bisa menghidangkan kopi nikmat kepada pengunjung kafenya.

Tak lama kemudian sang istri yang merupakan orang asli Serang mengajaknya untuk mudik ke Serang. Akhirnya Arie dan istrinya mulai berpikir untuk melakukan sesuatu yang bisa menyambung hidup selama dia berada di Serang. Setelah berbicara dan saling berbagi ide, akhirnya mereka berdua memutuskan untuk membuka kafe dengan sajian kopi.

“Kebetulan istri orang Serang, dan kami mulai berpikir apa yang harus kita lakukan disini (Serang) untuk menyambung hidup. Karena kita juga sudah terlanjur masuk ke dunia kopi akhirnya kita sama-sama memutuskan untuk memulai usaha kafe disini. Jadi sekalian pulang kampung dan punya usaha juga buat nyambung hidup disini, hehe,” kata Arie.

Sebelumnya Arie telah membuka kafe di Bali dengan nama yang sama, yakni Banyubiru Coffee, selama tiga tahun dan masih berjalan. Dia juga pernah bekerja di salah satu perusahaan furniture di Jakarta sebagai manajer. Namun, dia memutuskan untuk meninggalkan pekerjaannya dan memulai bisnis dengan segala sesuatu yang benar-benar dia mulai dari nol.

Salah satu slogan andalannya adalah “Selamat datang ke dunia hitam dan jangan ada gula diantara kita,” tambah Arie. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...