PSSI Siap Perjuangkan Status Ezra Walian ke FIFA

Jakarta (22/3/2019) Satubanten.com – Federasi Sepak bola Indonesia (PSSI), bertekad akan tetap memperjuangkan status kewarganegaraan Ezra Walian yang tak diakui oleh FIFA.

“PSSI menghormati keputusan FIFA. Namun, kita masih punya peluang untuk challenge terkait status Ezra,” ujar Sekjen PSSI, Ratu Tisha Destria, Jum’at (22/3)

Seperti diketahui Ezra tak bisa memperkuat Timnas Indonesia di ajang Piala AFC U-23, setelah FIFA memutuskan status Ezra Walian sebagai pemain yang tidak berhak membela Indonesia lagi mengingat Ezra Walian tercatat pernah membela Belanda U-17.

Ezra diketahui pernah bermain untuk Belanda U-17 saat menghadapi Georgia dan San Marino di ajang kualifikasi Piala Eropa U-17 2014 yang berlangsung pada Oktober 2013. Saat itu Ezra mencetak lima gol ke gawang San Marino dan hanya bermain selama 54 menit saat menghadapi Georgia.

FIFA sebagai otoritas tertinggi Sepak Bola Dunia, telah memberikan jawaban terkait kasus tersebut. Dalam surat FIFA tersebut tak hanya melarang Ezra bermain untuk Timnas U-23 di kualifikasi Piala Asia U-23 2020, melainkan juga tidak boleh memperkuat Timnas Indonesia selamanya.

Surat FIFA tertanggal 21 Maret 2019 dikirimkan kepada Sekretaris Jenderal PSSI, Ratu Tisha Destria. Dalam surat itu, FIFA menyatakan bahwa pelarangan Ezra untuk tampil bersama timnas Indonesia merujuk kepada Statuta FIFA pasal 8 ayat 1.

“Berdasarkan ‘Regulations Governing the Application of the FIFA Statutes’, pemain yang memiliki kewarganegaraan baru hanya boleh satu kali meminta pindah kepada Asosiasi yang bisa memberikannya hak bermain, antara lain, bahwa ‘pada penampilan penuh atau sebagai pemain pengganti pertamanya di laga interasional resmi untuk asosiasinya, maka dia telah memiliki kewarganegaraan dari tim yang diwakilinya tersebut,” tulis surat FIFA itu.

FIFA menganggap Ezra telah berkewarganegaraan Belanda.

“Konsekuensinya, dan berdasarkan data dari dokumen yang dikirimkan, Ezra Walian tidak berhak untuk meminta berpindah Asosiasi merujuk kepada fakta bahwa dia pindah kewarganegaraan Indonesia setelah bermain dalam laga internasional di kompetisi resmi pertamanya sebagai salah satu perwakilan dari tim Belanda,” imbuh pernyataan di surat tersebut. ***

(SBS/02)

You might also like
Comments
Loading...