PSSI Panggil 76 Akun Medsos Terkait Tuduhan Match Fixing

Jakarta (21/12/2018) Satubanten.com – Berkembangnya isu pengaturan pertadingan (Match Fixing) pada kompetisi baik di liga 1, Liga 2 maupun Liga 3 membuat PSSI mengambil langkah untuk memanggil pihak-pihak yang selama ini berbicara tentang mafia pertandingan.

Ketua Umum PSSI Joko Driyono mengatakan, terhadap semua isu berkembang, pembicaraan dimana saja terkait match fixing baik melalui MEDIA Sosial, Elektronik, Cetak, lainnya. PSSI telah mengidentifikasi 76 akun sosial media yang membicarakan menuduhkan match fixing.

Komdis PSSI akan memanggil 76 akun tersebut beserta orang-orang yang mengatakan mengenai match fixing. Apabila tidak bisa membawa bukti atau tidak mau dipanggil, maka PSSI akan melaporkan kepada Kepolisian. Kemudian apabila di kepolisian tidak mau dipanggil dan tidak bisa membawa bukti maka PSSI akan melaporkan orang tersebut sebagai penyebar HOAX dan pencemaran nama baik.

“Panggilan komdis diharapkan untuk dipenuhi dengan membawa bukti. Apabila tidak memenuhi panggilan atau tidak bisa membawa bukti di persidangan Komdis. Maka PSSI akan menyerahkan orang tersebut kepada kepolisian,” ujar Joko dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (20/12).

PSSI tak lupa menyampaikan apresiasi yang tinggi atas inisiatif Kepolisian Republik Indonesia untuk ikut membantu menyelesaikan persoalan match fixing dan siap bekerja sama dan berkomitmen untuk menuntaskan masalah ini Seperti diketahui, Kapolri sudah memerintahkan jajarannya untuk membentuk satgas khusus memerangi mafia pertandingan dalam Sepak Bola.

“PSSI berterima kasih akan kehadiran Polri bersama-sama dengan PSSI. PSSI membentuk Komite AD Hoc Integritas dengan struktur, tugas, timeline dan kewenangan yang akan ditetapkan dan di konsultasikan ke FIFA,” ujarJoko Driyono. ***(SBS02)

You might also like
Comments
Loading...