Pro Kontra Lokasi Pembangunan Masjid Agung Kota Serang

Serang, (14/9/2019) Satubanten.com – Rencana pembangunan Masjid Agung Kota Serang masih menimbulkan pro dan kontra bagi sebagian ulama dan tokoh masyarakat.  Pasalnya, pemilihan lokasi masjid yang telah ditetapkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Serang dinilai tidak tepat.

Pembina Forum Persaudaran Umat Islam (FPUI) Banten Enting Ali Abdul Karim mengatakan, seluruh ulama baik dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Serang sampai tingkat kecamatan serta kelurahan telah sepakat dan setuju, masjid dibangun di Alun-alun Barat Kota Serang.

“Pemkot Serang ini mengada-ada kalau begini caranya. Karena kami seluruh ulama sudah sepakat dan memberikan tanda tangan untuk pembangunan masjid itu. Semuanya merekomendasikan supaya Alun-alun Barat dirubah menjadi masjid agung Kota Serang,” katanya, Jum’at (13/9).

Ia juga menjelaskan, mercusuar madani berada di Alun-alun Barat Kota Serang. Tentu ini menjadi alasan kuat untuk membangun masjid di lokasi yang sudah menjadi identitas kota. Karena selama ini, Kota Serang tidak memiliki identitas. Oleh karena itu, yang sudah ada, alun-alun menjadi identitasnya.

“Karena Kota Serang itu tidak punya identitas. Disanalah (alun-alun barat) identitas sebenarnya. Mercusuar madani adanya disitu, dan kami itu harus punya identitas. Maka, masjid agung harus dibangun di alun-alun barat. Bukan di tempat lain,” tegas  Enting.

Bukan tanpa alasan, Enting mengatakan, pembangunan masjid agung sudah dibahas itu sejak zaman Bupati Serang Tb Suwandi  dan dilanjutkan oleh Bupati Bunyamin, yang kemudian dilanjutkan kembali oleh Wali Kota Serang pada pemerintahan sebelumnya, yaitu Tb Haerul Jaman.

“Kami ini hanya meneruskan, dan kami akan tetap mengusulkan masjid agung Kota Serang harus di alun-alun. Karena memang sudah dilakukan peletakkan batu pertama,” ucapnya.

Ia juga merasa kecewa ketika Pemkot Serang mengadakan pembahasan lokasi pembangunan masjid agung Kota Serang. Karena, tidak ada satupun ulama maupun pihak MUI yang diundang dalam acara tersebut. “Tidak ada yang diundang para ulama yang pro untuk pembangunan masjid di alun-alun. Seharusnya kami pun diundang dalam pembahasan ini,” ujarnya.

Sementara, Wakil Wali Kota Serang Subadri Ushuludin mengatakan, pembangunan masjid agung Kota Serang sudah masuk dalam tahapan pembuatan Detail Engineering Design (DED) dan Feasibility Study (FS). “Masih dalam pembuatan DED dan FS,” ucapnya.

 

Sebelumnya, Wali Kota Serang Syafrudin mengatakan, pembangunan masjid agung tidak dilanjutkan di alun-alun. Hal ini berdasarkan kajian dan FS oleh tim Universitas Indonesia (UI). “Tidak dilanjutkan di Alun-alun Kota Serang, karena menurut kajian FS dari study kelayakannya tidak sesuai kalau dibangun disana,” ujarnya. (SBS)

You might also like
Comments
Loading...