PPPA Darul Qur’an Sebar Sembako untuk Guru Ngaji dan Dhuafa di Pandeglang

Pandeglang – PPPA Daarul Qur’an terus mendampingi masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19, terutama mereka yang berjasa mendidik anak-anak di berbagai pelosok daerah dan masyarakat dhuafa.

Sejak Kamis (7/5) hingga hari ini Lembaga Amil Zakat Nasional (Laznas) terus bergerak dari satu tempat ke tempat lainnya dan kali ini bertolak ke Desa Awilega, Kecamatan Koroncong, Kabupaten Pandeglang, Banten, untuk menyalurkan amanah donatur berupa paket sembako untuk para guru ngaji dan dhuafa.

Awilega termasuk desa tertinggal berdasarkan Indeks Desa Membangun. Sementara berdasarkan Indeks Pembangunan Desa, Awilega tergolong desa berkembang.

Desa Awilega hanya bisa diakses menggunakan jalan biasa, bukan jalan raya. Suasananya masih khas pedesaan, sejuk dan asri. Sebagian rumah-rumahnya masih menggunakan gedeg dengan alas selembar tikar. Bangunannya mirip rumah panggung zaman dahulu. Meski begitu, kegiatan keagamaan sudah berjalan sangat baik. Terbukti dari banyaknya mushala yang berdiri, bahkan satu RT memiliki satu mushala.

Puluhan paket sembako disalurkan kepada para guru ngaji dan masyarakat dhuafa di Desa Awilega, tepatnya di Kampung Sangku. Salah seorang penerima bantuan adalah Abah Husin (80). Ia adalah sesepuh sekaligus tokoh masyarakat yang menjadi pelopor guru ngaji di Desa Awilega. Di usianya yang sudah tak muda lagi, semangatnya untuk mengajarkan Al-Qur’an kepada anak-anak tidak pernah surut.

Selain Abah Husin, terdapat juga Ansori (60). Ia mendedikasikan hidupnya untuk Al-Qur’an sejak 1986. Ansori tinggal di Kampung Pasir Waru, Desa Awilega. Jam terbang Ansori mengajar cukup tinggi. Dalam sehari, lulusan pondok pesantren ini bisa mengajar ngaji di empat kampung sekaligus.

Baik Abah Husin maupun Ansori tidak memberikan tarif kepada siapapun yang belajar mengaji bersama mereka. Kendati demikian, warga desa yang melihat kegigihan keduanya dalam berdakwah kerap memberi upah untuk mengganti lelah.

Penerima manfaat lainnya adalah seorang ibu rumah tangga dengan delapan orang anak. Ialah Ati, perempuan paruh baya yang sudah beberapa bulan terakhir ditinggal oleh sang suami untuk selama-lamanya.

Baik Abah Husin, Ansori, dan juga Ati mengaku sangat bahagia karena mendapat paket sembako ini. Meski tinggal di desa yang mayoritas penduduknya merupakan petani, ketika kehabisan pangan harus tetap membeli bahan makanan pokok seperti beras di toko sembako setempat.

“Alhamdulillah, senang banget dapet ini (sambil menggenggam sembakonya),” ujar Ati.

Abah Husin sendiri mengaku terkejut menerima bantuan ini. Sebab, jauhnya lokasi dari perkotaan membuat Desa Awilega jarang mendapatkan bantuan dari berbagai pihak.

“Alhamdulillah, terima kasih PPPA Daarul Qur’an dan donatur, ini bantuan yang saya sendiri teu duga, yang pasti ini semua datangnya dari Allah,” tuturnya.

Selain menyalurkan paket sembako, PPPA Daarul Qur’an juga medistribusikan bantuan lainnya berupa ember dan sabun cuci tangan, masker serta Al-Qur’an yang diberikan kepada masjid dan jamaah sekitar lokasi.

Sementara itu, Direktur Utama PPPA Daarul Qur’an Abdul Ghofur menyebut penyaluran bantuan kepada guru ngaji yang dilakukan lembaganya ini merupakan upaya untuk memuliakan mereka, yang telah merelakan segenap waktunya untuk mengajar Al-Qur’an.

“Apa jadinya kita, atau anak-anak kita tanpa para guru ngaji? Mungkin ada orang tua yang mengajarkan langsung anaknya membaca Al-Qur’an. Namun ada juga yang tidak, dan para guru ngaji inilah yang telah membantu mereka untuk mengeja a-ba-ta. Mari muliakan mereka, semoga mereka tetap istiqamah dan semangat mendakwahkan Al-Qur’an kepada sesama,” harapnya. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...