Polres Serang Kota, Sudah Memeriksa 4 Orang Terkait Dugaan Pungli Di RS Drajat Prawiranegara

Serang, (28/12/2018) Satubanten.com – Adanya isu pungutan pada korba bencana tsunami, pihak yang berwajib langsung mencari oknum dan menindak langsung kasus tersebut.

Kini pihak Polres Serang Kota mengaku sudah memeriksa empat orang terkait dugaan pungli yang dilakukan oknum di Rumah Sakit Drajat Prawiranegara (RSDP) Serang kepada keluarga korban tsunami.

“Status masih klarifikasi yang kami prriksa ada 4 orang,” pungkas Kapolres Serang Kota AKBP Firman Affandi, Kamis (27/12).

Keempat oknum tersebut, dikatakan Kapolres yakni BY (supir ambulans), TF (staf forensik), dr.AR(ka kmr mayat) dan dr.BD (ka forensik).

“Konfrensi pers nanti dengan Kapolda langsung. Sekarang kami butuh waktu untuk pendalaman yaitu mencari bukti-bukti pendukung atau data-data dan lain-lain,” jelasnya.

Ditempat terpisah Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mendesak Tim Saber Anti Pungli Mabes Polri dan Polda Banten harus segera menurunkan timnya untuk mengusut dugaan pungli yang dilakukan pihak rumah sakit kepada keluarga korban tsunami Selat Sunda di Banten.

IPW, lanjut Neta berharap, jajaran kepolisian tidak boleh membiarkan aksi pungli ini terjadi. Jika Polri dan Polda Banten membiarkannya, sama artinya jajaran kepolisian membiarkan keluarga korban dua kali kena bencana.

“Setelah kena bencana tsunami, ternyata masih kena bencana pungli oleh oknum rumah sakit. Aksi pungli dari Rp 900 ribu hingga Rp 1,5 juta adalah sebuah kebiadaban,” tandas nya. (SBS/UL)

You might also like
Comments
Loading...