Polres Pandeglang Dalami Kasus Tingginya Tarif Bus Murni

Pandeglang (02/6/2019), SatuBanten News – Jajaran Kepolisian Polres Pandeglang saat ini sedang mendalami pemeriksaan terhadap supir dan kernet bus Murni Jaya jurusan Labuan-Kali Deres karena diduga memungut tarif melebihi tariff yang telah ditetapkan pada saat arus mudik Lebaran tahun ini.

Saat ini Polisi juga telah ‘mengkandangkan’ bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) tersebut. “Saat ini bus Murni Jaya ada di Polres, kita tahan dulu, agar ada efek jera dan pemeriksaan lebih lanjut,” ujar Kasatlantas Polres Pandeglang, AKP Tesyar Rhofaldi Priyatno, Senin (3/6/2019).

Tesyar mengatakan polisi mendapat laporan dari warga jika angkutan itu menaikan tarif tidak sesuai dengan yang ditentukan oleh pemerintah. Menindaklanjutin laporan warga, pihak Kepolisian segera mengejar bis tersebut.

Kernet bus diduga melakukan pemungutan tarif terhadap penumpang dengan kisaran tarif Labuan-Kalideres sebesar Rp 50.000-70.000 dan Labuan-Serang Rp 20.000-40.000.

Menaikan tarif sepihak ini melanggar Peraturan Menteri Perhubungan nomor 36 Tahun 2016 tentang tarif dasar, tarif batas atas dan bawah angkutan penumpang Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) (Labuan-Kalideres) Rp 30.000, (Pandeglang-Kalideres) Rp 25.000, (Serang-Kalideres) Rp 20.000.

Lebih lanjut Tesyar menjelaskan bahwa setiap laporan dari masyarakat terkait ketertiban dan keselamatan, akan segera ditindaklanjuti. “Kami dari pihak kepolisian akan merespon semua laporan masyarakat demi kenyamanan bersama,” ungkap Tesyar. (Budi/SBS)

You might also like
Comments
Loading...