Aspirasi Rakyat dan Terpercaya

Polemik Dibalik Launching RSUD Kota Serang

Serang (04/12/2019) SatuBanten. News – Polemik dibalik launching RSUD Kota Serang oleh Walikota Kota dan Wakil Walikota Serang, selain menumbuhkan rasa bahagia acara ini juga menimbulkan banyak polemik dan mendapatkan sorotan dari Kepala Kejari Serang, Azhari. Rabu, (04/12).

Ia mengatakan RSUD Kota Serang memang lebih baik segera diresmikan agar dapat membantu masyarakat walaupun pada kenyataannya masih belum siap sepenuhnya.

“Memang banyak dari Pemkot yang harus dikeluarkan anggaran. Namun tetap kami berprinsip, lebih baik masih ada yang kurang dari RSUD ini,” tandasnya.

Selain itu, untuk memenuhi kebutuhan RSUD Kota Serang, ia mengatakan bahwa dibutuhkan sebanyak Rp185 miliar. Sedangkan yang didapat oleh Pemkot Serang, hanya sebesar Rp20 miliar.

“Jadi kedepan kami akan membangun gedung terpadu. Nanti kami berjuangnya di DAK. Tahun ini kami akan usahakan DEDnya terlebih dahulu,” katanya.

Berdasarkan hitungan kemenkes, untuk memenuhi kebutuhan fasilitas RS tipe C, itu dibutuhkan Rp185 miliar. Untuk APBD mendapatkan Bantuan Keuangan dari provinsi sebesar Rp20 miliar untuk alkes.

Bukan hanya itu masyarakat pun dibuat kesal. Pasalnya, program yang dilakukan oleh RSUD yaitu berobat gratis selama satu hari, ternyata hanya berjalan hingga Walikota dan Wakil Walikota Serang pulang dari acara.

Hal ini pun membuat Akbar, salah satu masyarakat yang membawa anaknya yang terkena setip untuk berobat gratis, menjadi geram. Ia mengaku datang ke RSUD Kota Serang setelah mendengar adanya pengobatan gratis disana.

“Saya datang kesini karena kondisi anak saya yang sedang setip, kejang-kejang. Ternyata setelah datang kesini, kegiatan berobat gratis itu hanya setengah hari saja,” ujarnya kepada awak media.

Pada awalnya, ia mengaku bahwa dirinya ditolak untuk melakukan pengobatan. Namun beberapa kemudian, dirinya dipersilahkan untuk IGD, namun harus membayar karena masa berobat gratisnya sudah lewat. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...