Polda Banten Langsung Menindak, Adanya Isu Pungutan Kepada Para Korban Tsunami

Pandeglang, (27/12/2018) Satubanten.com – Adanya isu pungutan biaya kepada korba bencana Tsunami Banten, Polda Banten langsung bergerak cepat mencari oknum yang bersangkutan.

Kini Polda Banten tengah mencari kebenaran adanya dugaan pungutan biaya ambulans untuk korban tsunami di Rumah Sakit dr. Drajat Prawiranegara, Serang, Banten. Hal tersebut disampaikan oleh Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombel Pol Abdul Karim.

“Masih didalami benar atau tidak faktanya,” kata Direktur Kriminal Khusus Polda Banten Kombes Pol Abdul, Kamis (27/12/2018).

Ditanya mengenai apakah oknum bernisial L yang bertugas di Instalasi Kedokteran Forensik dan Medikolegal (IKFM) RS dr. Drajar Prawiranegara, Serang, Banten sudah diminai keterangan, Dirkrimsus enggan memberikan keterangan lebih jauh.

Setelah kerabat korban bernama Leo Manullang merupakan korban terjangan tsunami di Pantai Carita, Labuan, Pandeglang, Banten. Leo mengeluhkan permintaan uang sebesar Rp3,9 juta.

Uang tersebut untuk biaya penanganan jenazah hingga proses transportasi jenazah ke rumah duka di Klender, Jakarta Timur.

Tidak cukup di situ, pihak rumah sakit juga memungut biaya untuk korban tsunami lain yakni Bayi Satria, Rp800.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah, formalin serta korban atas nama Leo Manulang, Rp1.300.000 untuk biaya pemulasaraan jenazah dan formalin.

“Kejadian (pungutan biaya) itu benar terjadi. Mungkin dipikirnya karena korban orang Jakarta jadi akan mudah diminta uang,” pungkas Badiamin, Rabu (26/12/2018).

Plt Direktur Rumah Sakit Dradjat Prawiranegara (RSDP), Sri Nurhayati membantah bahwa pihaknya yang mengeluarkan kuitansi untuk biaya jenazah korban tsunami.

“Terhadap pembiayaan dan kwitansi yang beredar di media massa, kami tegaskan bukan kwitansi resmi RSDP. Hal itu di luar sepengetahuan manajemen dan direksi RSDP,” tandas Sri membantah. (Sbs/Amel)

You might also like
Comments
Loading...