PMII Pandeglang Dukung Bawaslu Tetap Bekerja Profesional

Pandeglang (14/2/2019), SatuBanten News – Mahasiswa yang tergabung dalam Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kabupaten Pandeglang melakukan deklarasi untuk memberikan dukungan terhadap Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Pandeglang, Kamis (14/2/2019).

Deklarasi ini merespon pernyataan Bupati Pandeglang Irna Narulita yang meminta Bawaslu untuk tidak genit dan cari panggung dalam menangani dugaan ASN yang tidak netral dalam perhelatan pileg 2019. Akibat pernyataan tersebut, Irna dianggap menyudutkan Bawaslu dalam menjalankan tugasnya.

Aktivis PMII Yandi Isnendi menegaskan tidak ada 1 pasal pun dalam undang-undang nomor 7 tahun 2017 tentang dan Perbawaslu yang menyatakan bahwa pemanggilan camat dan kepala dinas yang diduga melakukan pelanggaran harus seizin bupati.

“Bupati tidak boleh takut jika nanti dipanggil Bawaslu. Seperti kita ketahui Bawaslu itu lembaga yang sah dibentuk atas amanat undang-undang jadi jangan semena-mena menyudutkan harkat dan martabatnya,” ujar Yandi.

Lebih lanjut Yandi mengaku prihatin terkait sikap bupati yang tidak bisa kooperatif. “Tentu kami berharap Bawaslu tetap istiqomah dalam menjalankan tugasnya,” ungkap Yandi lebih lanjut.

Sementara itu, Ketua Umum PMII Pandeglang M Basyir mengungkapkan deklarasi tersebut adalah gerakan moral mendukung Bawaslu untuk tetap konsisten melakukan penyelidikan terhadap dugaan keterlibatan ASN dalam pelanggaran pemilu.

“Kami berharap Bawaslu jangan mau didikte oleh kekuatan manapun termasuk dari Bupati. Kepada ASN juga jangan takut diintimidasi kalian ini jabatan karir bukan jabatan politik tidak akan ada jaminan apapun kecuali kalian berprestasi. Itupun bukan dalam hal berpolitik tapi dalam karya dan pelayanan terhadap masyarakat,” ujar Basyir. (RLS/SBS)

You might also like
Comments
Loading...