PMII Komisariat FT Untirta Gelar Diskusi Jawara

Cilegon (20/06/2019), Satubanten.com – Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Komisariat FT. Untirta menggelar diskusi bertajuk Jawara, Kamis (20/06) di Cafe Pelipur Lara. Jawara merupakan singkatan dari Kajian Mahasiswa Untuk Rakyat. Diskusi dengan tema “Merajut Persatuan dan Kesatuan Untuk Keselamatan Bangsa” ini merupakan pernyataan sikap terhadap kondisi paska Pilpres 2019.

Dalam diskusi tersebut, ada 3 pemateri dari kalangan akademisi dan praktisi. Pemateri pertama yakni Dr.Tech Agus Pramono,ST, MT. (Gus Pram) selaku Rois Syuriah PCINU Rusia dan Erropa Utara. Pemateri kedua yakni Prof. Iman Santoso, M.Sc (Gus Iman) selaku akademisi Universitas Sultan Ageng Tirtayasa (Untirta). Sedangkan pengisi materi ketiga yakni Dr. Sugeng, M.Si (Gus Sugeng) yang merupakan intelektual muda NU sekaligu ketua LAZIZNU.

Dalam paparan materinya, ia menerangkan bahwa kedamaian yang ada di Indonesia adalah sebuah kenikmatan dan sudah sepantasnya disyukuri dan dijaga.

“Jadi jangan sampai kita kufur nikmat. Sekarang ini kita hidup tentram, bisa beraktifitas. Teman saya yang kuliah di Syiria, Gus nail namanya itu cerita. Dulunya dia orang yang agak nakal, pas mau berangkat dia tanya ‘kenapa saya dikrim ke Syiria?’. Tapi sekarang dia jadi orang bener, karena setiap kali mau sholat di depan rumah ada bom. Jadi kayaknya dekat dengan kematian itu bikin jadi bener, belajar juga gitu. Kalau lagi males, ada bom (semangat lagi),” kata Gus Pram.

Gus Pram menerangkan bahwa persebaran tentang idealisme radikal saat ini seharusnya diwaspadai. Jangan sampai keberadaanya menjadi sebab pemecah belah masyarakat. Mahasiswa menjadi garda depan penjaga persatuan dan kesatuan kehidupan Bangsa.

“Nah mahasiswa harusnya menjadi garda depan dalam membentuk suatu suasana yang kondusif dan aman,” imbuhnya.

Sementara itu menurut Gus Iman tugas utama mahasiswa adalah menyalurkan aspirasi dan menjaga kestabilan. hal ini karena tugas utama Mahasiswa sebetulnya adalah belajar walaupun memang posisinya sudah mempunyai hak pilih. Jika sudah menyalurkan aspirasi maka kembali ke tugas utama.

“Kalau menurut saya, kita ini kan mahasiswa jadi jangan terlalu pusing. Yang penting kita salurkan aspirasi kita, dan tugas utama kita adalah belajar,” kata Gus Iman.

Pemateri terakhir yakni Gus Sugeng lebih mefokuskan pada ketelitian mahasiswa dalam memilah berita. Jangan sampai terlalu banyak memngkonsumsi berita hoaks. Hal ini karena dampak dari berita hoaks sering menjadi sebab utama adanya kegaduhan dan perpecahan.

“Terkait bagaimana peran kita untuk memupuk rasa persatuan, kita utamanya harus berpegang pada empat prinsip dasar NU. Lalu jangan sampai terlalu percaya dengan berita-berita yang kurang jelas, berita-berita hoaks dan lain sebagainya itu. Sebab berita hoaks bukan cuma pada pemuda dan masyarakat desa,tapi intelektual yang berpendidikan tinggi juga bisa kena,” kata Gus Sugeng.

Samiu selaku ketua panitia pelaksana mengatakan bahwa diskusi Jawara semacam ini memnag jarang dilakukan. Hanya ketika ada perayaan hari besar tertentu, diskusi Jawara silakukan. Namun demikian PMII tetap menyediakan diskusi pekanan yang bisa diikuti rutin oleh kader-kader. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...