PKBM Permadani : Sulap Minyak Jelantah Menjadi Pembersih Lantai

Serang, (03/09/2018) Satubanten.com – Minyak jelantah merupakan limbah rumah tangga yang sudah tak terpakai. Namun, ditangan Permadani (Perempuan Maju dan Mandiri) limbah tersebut bisa menjadi barang yang berguna dan bermanfaat. Bahkan bisa menghasilkan pundi-pundi rupiah yang cukup menguntungkan.

“Pel Mi Jan” adalah produk dari Permadani yang berbahan dasar dari minyak jelantah yang sudah tidak terpakai. Produk tersebut merupakan pembersih lantai dengan tiga macam aroma, seperti aroma melon, stroberi dan lemon.

Ketua PKBM Permadani, Erna Yuliawati mengatakan, kalau produknya tersebut masih dalam proses hak paten dan uji kelayakan. “Masih dalam proses hak paten dan kemarin juga sudah lolos uji kelayakan nasional jadi sudah SNI tes dari BPOM,” ujarnya.

Dia menambahkan, karena masih dalam proses hak paten pihaknya belum bisa menitipkan ke sejumlah toko yang ada di Kota Serang. Namun Pel Mi Jan ini bisa didapatkan di Kantor Permadani yang berada di Perumahan Taman Widya Asri Ciracas dan Perumahan Safira Kota Serang.

“Untuk saat ini kami hanya menyediakan di Permadani Widya Asri dan Safira. Dan harganya sangat terjangkau, untuk satu botolnya Rp 5.000 dengan ukuran 330 mili liter,” jelas Erna pada saat acara Pare (Pesta Rakyat Edukatif) di Kampung Long Jaha, Desa Panggung Jati, Taktakan Kota Serang.

Erna bersama timnya juga memberikan edukasi kepada masyarakat tentang kesehatan dan bagaimana cara mengolah limbah menjadi barang dengan nilai ekonomi tinggi.

“Untuk bank sampah minyak jelantah juga memiliki nilai ekonomis,  disamping memikiki manfaat untuk kesehatan. Karena limbah jelantah nantinya bisa dimanfaatkan untuk pembersih lantai,” katanya.

Selain mengadakan pesta rakyat, Permadani juga melakukan pembentukan bank sampah atau limbah rumah tangga termasuk minyak jelantah untuk dikumpulkan. Dimana, warga dapat mengumpulkan minyak jelantah miliknya untuk dijual pengepul bank sampah.

“Setiap 1 kilogram minyak jelantah dibeli Rp 1.500 oleh pengepul.  Minyak jelantah yang tekumpul nantinya akan dijadikan cairan pembersih lantai. Dan limbah sampah plastik juga dihargai sama perkilonya,” kata Erna.

Menurutnya,  edukasi kesehatan ini dinilai sangat penting, terlebih edukasi kesehatan sejalan dengan program pemerintah, yaitu pola hidup sehat dan Gerakan masyarakat sehat (Gemas).

“Melalui kegiatan ini kita ingin mengkampanyekan pola hidup sehat kepada masyarakat yang tentunya dengan cara mengajak warga untuk mengumpulkan limbah yang kemudian ditukar menjadi rupiah,” lanjutnya. (SBS/029)

You might also like
Comments
Loading...