PI ISEI Bangun Sekolah di Banten Selatan

Pandeglang (19/12/2014), SatuBanten – Jamaknya kaum ibu, kali ini para wanita paruh baya asal Jakarta tidak hanya pandai ke Mall atau belanja semata, namun kali ini, Persatuan Isteri Ikatan Sarjana Ekonomi Indonesia (PI ISEI) melakukan peletakan batu pertama renovasi pembangunan sekolah Madrasah Ibtidaiyah Raudhatul Jannah yang terletak di Kampung Cikadu Induk Desa Tanjung Jaya Kecamatan Panimbang, Pandeglang-Banten.

Program ini merupakan bentuk kepedulian organisasi di bidang pendidikan kerja sama antara PI ISEI dengan Yayasan Relawan Kampung Indonesia (YRKI).

Madrasah yang terletak disekitar Kawasan Terpadu Pariwisata Tanjung Lesung ini terlihat kontras dengan pembangunan disekitarnya. Pembangunan sekolah ini bukanlah kegiatan pertama yang dilakukan oleh PI ISEI, karena sebelumnya PI ISEI bekerjsama dengan Relawan Kampung membangun jembatan gelagar besi di Kampung Cebong Desa Tanjung Jaya.

Peletakan batu pertama (groundbreaking) dilakukan oleh Perwakilan PI ISEI yaitu Ibu Arma Anggito Abimanyu didampingi oleh Kordinator Relawan Kampung Arif Kirdiat, Kamis (18/12/14).

Arma menjelaskan kondisi bangunan madrasah tersebut tidak layak untuk digunakan. “Bangunan terbuat dari bambu, kalau hujan turun air akan merembes masuk dan tanah di sekitarnya menjadi basah, tentunya membuat tidak nyaman bagi anak-anak,” ucapnya.

Melalui bantuan dari PI ISEI yang dikerjakan oleh Tim Relawan Kampung, bangunan sekolah akan direnovasi agar memenuhi standar pendidikan di Indonesia. “Nanti akan dibangun secara permanen dengan dilengkapi fasilitas toilet dan sarana belajar dan ruang perpustakaan mini,” jelas Arma.

Andri, Kepala Sekolah Madrasah Raudhatul Jannah menyambut gembira program bantuan ini. Ia mengatakan, seringkali ketakutan dan khawatir jika bangunan sekolah ambruk pada saat kegiatan belajar berlangsung. “Saya takut, tiba-tiba bangunan roboh dan menimpa anak-anak. Saya dan guru-guru disini sangat mengharapkan adanya bantuan untuk renovasi, tapi kami berpikir siapa yang bisa bantu? Kami bersyukur ada bantuan dari PI ISEI dan Relawan Kampung, ” ucapnya.

Menurut Andri, keterbatasan biaya operasional sekolah menjadi kendala untuk melakukan renovasi. “Awalnya ada lebih dari 80 murid, tapi sekarang hanya ada 72 murid, karena orang tua murid lama kelamaan khawatir akan keselamatan anaknya saat belajar. Untuk memberi bantuan pun para orang tua murid kesulitan, karena mayoritas pekerjaan mereka sebagai petani, ada juga yang menjadi kuli,“ tambahnya.

Sementara itu, Arif Kirdiat selaku Kordinator Relawan Kampung mengungkapkan bahwa pekerjaan pembangunan sekolah akan memakan waktu sekitar 60 hari kerja. Bangunan madrasah memiliki luas 100 m² ditambah luas taman 200 m². “Kami ucapkan terima kasih atas donasi PI ISEI dalam program pembangunan sekolah dan semoga masyarakat dapat merawat sekolah ini karena milik bersama,” ungkap Arif. (***)

You might also like
Comments
Loading...