Peselancar Putri Asal Anyer Raih Piala Dalam Parangtritis National  Surfing Competition 2019

 

Yogyakarta (14/4/2019), Satubanten.com – Peselancar Putri asal Anyer, Kabupaten Serang, Yuko Anabela (21) berhasil raih piala Kompetisi Parangtritis National  Surfing Competition 2019, Yogyakarta, Jumat (12/4/2019). Dalam ajang yang diikuti 80 peserta tersebut, Yuko hanya kalah dari peselancar dari Pacitan dan Bali serta satu peselancar dari negara lain.

Selain Yuko, peselancar putri lain yang mendapat piala antara lain Dea, Mae (Bali) , Salini (pacitan). Sementara empat atlet Selancar Putra dari Banten yakni Gobay, Jaseng, Yanto dan Ali, belum beruntung mendapatkan ombak yang cukup bagus sehingga tidak lolos final.

Meski kelima peselancar putra itu berjaya di awal, namun babak berikutnya tak mendapatkan ombak terbaiknya. Selain itu arus  laut yang sangat kuat juga sering menghantam peserta.

Meski berada di posisi keempat, namun bagi Yuko bukanlah prestasi yang mudah. Hl ini dikarenakan kondisi di Parangtritis. Selain ombak yang tak stabil, juga arus yang sangat kuat. Sehingga dierlukan power atau tenaga ekstra.

Hal itu  terlihat sejak hari pertama pertandingan, Kamis (11/4/2019). Banyak peselancar baik open division dan women division yang gagal mendapatkan ombak terbaiknya. Serta terbawa arus  yang sangat kuat. Bahkan tak sedikit peserta yang dijagokan tumbang di round kedua.

Bagi Yuko Anabela, piala tersebut sangat berarti di tengah gagalnya peselancar pria bisa naik podium. Dia juga mengakui, bahwa kompetisi di parangtritis tersebut sangat menguras energi. Beruntung di akhir pertandingan dirinya mendapatkan ombak meski tak sebagus yang diharapkannya.

“Alhamdulilah saya bisa naik podium. Dan saya akui beruntung bisa dapat point, ” kata ibu  satu anak ini.

Sementara itu pendamping atlet Selancar Banten, Leo Surf mengatakan meski tak mendapatkan hasil maksimal namun banyak pelajaran yang dapat diambil dari event nasional tersebut.

“Kami bersyukur masih bisa mendapatkan piala. Selain itu banyak pelajaran dari kejuaraan tersebut. Tentunya kita akan melakukan evaluasi  guna  memperoleh hasil yang maksimal jika mengikuti kejuaraan surfing di tempat lainnya,” tegas Leo.

Bupati Serang, Ratu Tatu Chasanah juga turut merasa bangga atas raihan prestasi peselancar putri Anyer tersebut. Ia mengungkapkan kegembiraannya tersebut saat ditemui wartawan di lainkesempatan.

“Ibu senang dengan perolehan tersebut, ini menunjukan atlet kita masih bisa mengukir prestasi,” kata Tatu.

Tatu juga mengatakan, keikutsertaan para atlet tersebut selain untuk menambah jam terbang, juga sebagai persiapan jika Kabupaten Serang menjadi tuan rumah kejuaraan surfing tingkat Nasional. Sebelumnya Tatu mengatakan bahwa dirinya  yakin ada atlet Kabupaten Serang yang akan naik  podium.

“Juara lomba ini  tidak bisa dipastikan, karena tergantung atlet tersebut dapat ombak yang bagus atau tidak. Tapi ibu sangat optimis kabupaten Serang akan dapat podium,” kata Tatu, Rabu (10/4/2019) kemarin.

Ketua panitia Parangtritis National Surfing Competition 2019 Budi Santosa atau biasa dikenal  Budi Scoty mengatakan, saat ini merupakan gelaran Parangtritis National Surfing Competition yang kelima. Gelaran Parangtritis National Surfing Competition 2019 kali ini menurut Budi diikuti oleh  lebih dari 70 peserta dari berbagai daerah.

“Dari Kabupaten Serang, Pandeglang, Bali, Lombok, Pangandaran, Banyuwangi dan daerah lainnya di Indonesia,” kata Budi.

Menurut Budi peserta event tahun ini meningkat tajam bila dibandingkan tahun sebelumnya. Jika di tahun sebelumnya peserta hanya mencapai 30 peserta, di tahun ini peserta meningkat hingga 70 peserta.

“Diharapkan dengan antusiasnya para rider ini membuat Parangtritis semakin ramai dan khalayak mengerti, bahwa parangtritis aman untuk dikunjungi,” pungkasnya. (IBC/SBS032/rls)

 

You might also like
Comments
Loading...