Pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit Puaskan Dahaga Para Penggemar

Cilegon, 10 September 2018

Menurut Survei, Pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit menjadi hiburan paling digemari warga Kota Cilegon. Penggemar wayang tidak hanya warga paruh baya, tapi juga kaum muda.

Satubanten.com – Setelah sekian lama, pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit kembali digelar di Kota Cilegon. Tepatnya hari Sabtu (8/9) malam, pertunjukan Wayang Kulit memanjakan para penonton di Halaman Rumah Dinas Walikota Cilegon. Pertunjukan Seni Budaya Wayang Kulit bersama salah satu anggota Komisi I DPR RI, Dr. H. Jazuli Juwaini, M.A tersebut mengusung lakon “Semar Mbangun Khayangan” yang dibawakan oleh Ki Dalang Sambowo dari RRI Jakarta.

Dalam sambutannya, Jazuli Juwaini mengatakan bahwa dari hasil survei yang dia lakukan, wayang menjadi salah hiburan yang paling disukai oleh warga Kota Cilegon. Itulah alasan mengapa Jazuli Juwaini menjadikan wayang kulit sebagai pertunjukan yang dilakukan di Rumah Dinas Walikota Cilegon tersebut. Survei Jazuli Juwaini tersebut ternyata terbukti melalui banyaknya penonton yang datang hingga larut malam.

“Wayang ini mempunyai akar sejarah yang sangat jauh, sebelum Indonesia merdeka wayang sudah ada. Bahkan di masa Walisongo, wayang menjadi salah satu sarana untuk memperbaiki akhlak msyarakat,” tuturnya dalam sambutan saat membuka pertunjukan tersebut.

Para penggemar wayang kulit di Kota Cilegon tentu merasa terhibur dengan adanya pertunjukan wayang ini. Martono (56), salah satu warga Merak adalah salah satu yang mengungkapkan kebahagiaannya. Setelah lama sekali tidak menyaksikan wayang kulit, akhirnya dirinya dapat kembali menyaksikan pertunjukan tersebut.

“Saya dulu pernah mas, tapi sudah lama sekali. Saya kan dulu mantan pegawai di Tanjung Priok, nah pernah sekali nonton di Cilegon. Itu para personilnya nabuh ya saya sempat kenal karna setelah di Cilegon, nonton juga waktu di Jakarta. Tadi waktu saya kasih tahu teman – teman di Merak, mereka juga senang. Ini sedang di jalan, bawa posukan mau ikut nonton kesini,” tuturnya.

Penggemar wayang di beberapa daerah memang biasanya warga yang sudah memasuki usia paruh baya. Namun dalam pertunjukan Wayang Kulit di Halaman Rumah Walikota Cilegon tersebut, penikmat usia muda juga banyak dijumpai di antara barisan penonton. Iroh (25) adalah salah satu remaja yang tertarik dengan pertunjukan wayang kulit setelah diberi tahu oleh pedagang langganannya.

“Aku awalnya nggak tertarik lho sama wayang kulit ini. Terus pas ngobrol sama tukang ketroprak depan kantor, kok kayaknya menarik, akhirnya kesini karna penasaran dan pengen tahu. Ya ternyata asik juga enak musiknya, meski banyak yang nggak tahu karna bahasanya jawa hehe,” tuturnya.

Pagelaran Wayang memang sudah sangat jarang sekali dijumpai menjadi tanggapan atau hiburan di acara-acara hajatan. Harganya yang termasuk tinggi menjadikan pertunjukan wayang kulit sebagai salah satu pertunjukan yang mewah dan bernilai budaya yang tinggi. Hal inilah yang menjadikan generasi muda juga perlu mengenal salah satu seni budaya asli Indonesia ini.

Ditulis oleh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau tulisan lain tentang Jazuli Juwaini atau tentang Wayang.

You might also like
Comments
Loading...