Peringati World Rhino Day 2018, Balai TNUK Kembali Gelar LLA

Minggu, 23 September 2018

Dalam rangka memperingati Hari Badak Sedunia atau World Rhino Day (WRD), Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali menyelenggarakan Lomba Lintas Alam dalam rangkaian acaranya. ada 12 kelompok yang mengikuti LLA II dari Pandeglang, Serang, Cilegon dan Bandung.

Satubanten.com – Dalam upaya melestarikan Satwa yang terancam kepunahan terutama Badak (Rhinoceros), maka di tahun 2018 Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK) kembali menggelar Peringatan World Rhino Day (WRD) atau Peringatan Hari Badak se-Dunia 2018 dengan tema “Memberi Harapan Baru Bagi Kelestarian Badak Jawa dan Kesejahteraan Masyarakat”, pada hari Jum’at (21/9). Hari Badak se-Dunia atau World Rhino Day (WRD) diperingati setiap tahun pada tanggal 22 September. Digagas pertama kali oleh World Wildlife Fund (WWF) pada tahun 2010 di Afrika, dan menyebar ke seluruh dunia hingga sekarang.

Tahun ini menjadi kesempatan kedua Balai TNUk menyelenggarakan WRD, setelah tahun lalu kegiatan WRD juga dirayakan di Balai TNUK, tepatnya di Cilintang. Bedanya untuk peringatan WRD 2018 kali ini tempatnya dirubah, yang sebelumnya di Buper Cilintang, WRD 2018 di rayakan di Balai TNUK Sumur, tepatnya di Desa Taman Jaya, Kec. Sumur, Pandeglang. Rangkaian acara WRD 2018 sendiri  berlangsung selama 3 hari dari Jum’at (21/9) – Minggu (23/9). Konten acaranya antara lain Peringatan Simbolis, Penandatanganan Deklarasi Hari Badak Sedunia 2018,  Lomba Lintas Alam II (LLA II), dan Laskar Ujung Kulon..

Lomba Lintas Alam (LLA) kali ini adalah yang kedua kalinya dilakukan, setelah pada tahun 2017 lalu. Rute yang ditempuh adalah, Taman Jaya – Cilintang – Kalecetan – Karang Ranjang – Ciperepet lalu kembali ke Cilintang. Untuk peserta yang mengikuti Lomba Lintas Alam 2018 kali ini ada 12 regu baik dari Mahasiswa, Kelompok pecinta alam, SISPALA, dan Kelompok Pecinta Alam SMA, sekitaran Pandeglang, Serang, Cilegon dan Bandung.

“Untuk LLA sendiri kita total ada 12 regu berasal dari seputaran Pandeglang, Serang, Cilegon, terus ada juga yang dari Bandung juga ada,’ tutur Monica selaku Koordinator Acara LLA WRD 2018.

Kelompok yang bertanding tersebut nantinya akan dinilai melalui 3 aspek penilaian. Pertama, pengetahuan mengenai materi konservasi Badak Jawa (Rhinoceros sundaicus). Kedua, materi yang berkaitan dengan kegiatan pecinta alam. Ketiga, penilaian pada aspek kekompakan tim dan kebersihan tenda. Dari penyelenggaraan lomba kali ini, diharapkan nantinya ada bibit-bibit muda yang siap terjun menjadi pasukan penjaga konservasi Badak Jawa, satwa langka yang hanya dimiliki oleh Indonesia.

Ditulis oelh : Imam B. Carito

Diedit oleh : SBS032

*Baca tulisan lain Imam B. Carito atau artikel lain tentang World Rhino Day (WRD) 2018 atau artikel tentang Balai Taman Nasional Ujung Kulon (TNUK).

You might also like
Comments
Loading...