Peringati Hari Bakti PUPR Ke-74, BPPW Banten Tanam Ratusan Mangrove

Tangerang (07/12/2019), Satubanten.com – Balai Prasarana Pemukiman Wilayah (BPPW) Banten melalukan aksi sosial berupa penanaman Mangrove, Sabtu (7/12). Penanaman Mangrove dengan Tema “Tanam Mangrove, Selamatkan Bumi Untuk Anak Cucu Bangsa” tersebut dilaksanakan di Area Pantai Kecamatan Mauk, Kabupaten Tangerang.

Kegiatan penanaman Mangrove ini sekaligus dilaksanakan sebagai bentuk peringatan Hari Habitat Hidup Dunia dan sekaligus memperingati  Hari Bakti PUPR Ke 74. Dalam Sambutannya, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Banten, Moch. Tranggono mengatakan bahwa pembangunan dan pemeliharaan Mangrove seharusnya tidak menjadi bahan tuding-menuding antar dinas, akan tetapi harus menjadi tanggung jawab bersama.

“Kalau mangrove ini dulu LH bilang ini urusan Lingkungan, perikanan bilang ini urursan Perikanan. Saya bilang, kacamatanya harus dibuka. Kalau perikanan saya bilang inilah habitat hidup Ikan, kalau kehutanan ceritanaya ini untuk pelestarian alamnya. Sehingga tidak ada yang salah paham,” tuturnya.

Selain bertujuan sebagai pelestarian alam dan keberlangsungan hidup, penanaman Mangrove ini juga dikatakan Tranggono sebagai area yang bisa dinikmati. Jadi selain untuk menjaga laut dari abrasi, juga mempunyai nilai wisata bagi masyarakat sekitar maupun dari luar daerah.

“Biasanya kita menjaga Mangrove yang sudah ada. Tapi sekarang kita bangun infrastrukturnya, kemudian kita masukkan Mangrovenya. Sehingga nanti kita berharap infrastruktur ini nantinya bisa menjadi daerah yang bisa dinikmati di antara sela-sela hutan Mangrove,” imbuhnya.

Pelestarian Hutan Mangrove dengan mengintegrasikannya sebagai kawasan wisata memang sedang menjadi tren tersendiri di kwasan pesisir. Pasalnya, selain mempunyai nilai kelestarian dan wisata, Mangrove juga mempunyai nilai ekonomis.

Mangrove dapat diolah menjadi produk-produk seperti sirup, dodol, nastar hingga selai. Tidak hanya itu, Daun Mangrove juga dapat menjadi bahan baku utama dalam pembuatan teh, bumbu pecel dan rempeyek. Sehingga dapat menjadi modal Home Industry bagi warga sekitar. Pembangunan berbasis integrasi semacam inilah yang disebut Tranggono sebagai contoh model pembangunan yang cepat bagi masyarakat.

“Pada peringatan Hari Bakti kemarin, Pak Presiden itu berpidato, PU harus bekerja cepat, itu menurut saya klunya disana. Yang kedua beliau menekankan untuk meningkatkan infrastruktur. Dari infrastruktur ini bagaimana bisa caranya bisa meningkatkan produktifitas. Dari peningkatan produktifitas inilah nantinya kesejahteraan masyarakat bisa berjalan,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

 

Comments
Loading...