Peringati Hari Apoteker Sedunia, IAI PC Kota Cilegon Ikut Pecahkan Rekor MURI

Cilegon (13/10/2019), Satubanten.com – Dalam rangka memperingati Hari Apoteker Sedunia 2019, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) Pengurus Cabang Kota Cilegon ikut ambil bagian dalam acara Apoteker Cilik (APOCIL). Kegiatan yang mengusung tema “Mengenal Obat Sejak Dini” ini merupakan salah satu rangkaian Hari Apoteker Sedunia yang diperingati setiap tanggal 25 September.

Hari Apoteker Sedunia (World Pharmacist Day) sendiri pertama kali dicetuskan oleh International Pharmacist Federation  (FIP) dalam sebuah konferensi di Istanbul, Turki pada 25 September 2009. Tahun ini, untuk pertama kalinya, edukasi APOCIL dilakukan serentak di seluruh Indonesia dalam memeriahkan Hari Apoteker Sedunia.

Untuk Kota Cilegon sendiri, APOCIL dilakukan di SD Al Azhar 40 pada hari Sabtu (12/10). Ada kurang lebih 80 siswa kelas V diperkenalkan tentang obat dan dunia Farmasi. Kegiatan edukasi ini berlangsung dari pukul 08.00 hingga pukul 11.00 WIB dengan dipandu oleh 32 Apoteker dari berbagai Unit Kerja di Wilayah Kota Cilegon.

Kegiatan APOCIL ini dibuka dengan melakukan flashmob bersama di lapangan sekolah. Kemudian dilanjutkan dengan kunjungan ke pos-pos edukasi secara bergiliran dalam kelompok. Di pos inilah anak-anak dijelaskan tentang profesi Apoteker.

Selain pengenalan profesi Apoteker, anak-anak juga diberi tahu tentang beberapa hal yang harus diperhatikan anak-anak saat akan menggunakan obat. Misalnya anak-anak harus meminta izin terlebih dahulu kepada orang tua saat akan meminum atau menggunakan obat. Anak-anak juga diterangkan pentingnya menyimpan obat di tempat yang benar, dan bagaimana membuang obat.

Anak-anak juga diberikan informasi tentang beberapa bentuk obat. Informasi yang diberikan disesuaikan dengan usia anak. Saat memberikan informasi, para pemandu juga menggunakan metode yang sesuai agar informasi yang disampaikan kepada anak-anak dapat dipahami dengan mudah.

BACA JUGA : Awasi Peredaran Obat Palsu, Tim KPK Dinkes Tangerang Sidak ke Apotek

Dewi Arfianti, M.Farm, Apt selaku Ketua Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) PC Kota Cilegon mengatakan bahwa selama ini Profesi Apoteker jarang dikenal oleh anak-anak. Selain itu, anak-anak juga cenderung takut pada obat-obatan. Oleh karena itu, melalui kegiatan APOCIL ini ia berharap bisa mendekatkan dunia Apoteker dan obat-obatan pada anak.

“Dengan adanya kegiatan ini kami berharap nantinya anak-anak bisa lebih mengenal Profesi Apoteker dalam dunia pengobatan. Kadang kan orang susah bedakan mana Apoteker mana Dokter, nah sejak dini kita ingin kenalkan bahwa ada profesi khusus yang berurusan dengan obat-obatan yakni Apoteker,” kata Dewi.

Selain kegiatan kunjungan ke pos-pos, dalam APOCIL ini juga ada pemberian materi di kelas. Agar anak-anak tidak bosan, pemberian materi juga diselingi aneka permainan menarik seputar obat. Dalam permainan tersebut anak-anak belajar memberikan tanggapan terhadap pernyataan dalam soal apakah yang dilakukan sudah benar atau belum.

BACA JUGA : Apoteker Pandeglang Gelar Konfercab dan Beri Pemahaman Penggunaan Obat Bagi Masyarakat

Melihat antusias dan kebahagian anak-anak, Dewi berharap melalui APOCIL ini anak-anak dapat mempunyai pengetahuan bahwa anak-anak tidak boleh menggunakan obat tanpa izin orang tua. Sehingga resiko kesalahan penggunaan obat dapat diminimalisir.

“Dengan adanya kegiatan edukasi ke sekolah seperti ini, kami berharap bisa memberikan pemahaman bahwa anak-anak tak boleh menggunakan obat tanpa izin orang tua sehingga dapat menghindari salah penggunaan obat dan penyalahgunaan obat,” imbuhnya.

Sertifikat Rekor MURI Sebagai Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa Sekolah Dasar Terbanyak

Di akhir acara, seluruh siswa yang mengikuti kegiatan APOCIL diberikan pin khusus dan disematkan langsung saat acara selesai. Selain disiarkan di berbagai media sosial kegiatan APOCIL ini juga tercatat di Museum Rekor-Dunia Indonesia (MURI) sebagai rekor Edukasi Pengenalan Obat Kepada Siswa Sekolah Dasar Terbanyak.

Cardisa, M.Pd selaku kepala sekolah SD Al Azhar 40 Cilegon juga mengapresiasi penuh acara APOCIL tersebut. Ia berharap kegiatan APOCIL seperti ini tidak hanya dilakukan sekali saja, namun bisa berlanjut.

“Saya senang sekali ada acara APOCIL seperti ini, anak-anak juga keliatan sekali senang mengikuti acara ini. Harapan saya semoga kegiatan semacam ini dapat berlanjut, sehingga anak-anak mengenal profesi Apoteker. Maju terus Apoteker Indonesia. Berbagi informasi obat sejak dini,” pungkasnya. (IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...