Perihnya Nasib Tukang Becak Pangkalan

Selasa, (04/09/2018) Satubanten.com – Sejak adanya ojek online, pendapatan tukang becak dan ojek konvensional di Kota Serang menurun drastis. Para penarik becak ini mengadukan nasibnya ke Pemkot Serang.

Tukang becak pangkalan hanya bisa pasrah atas nasibnya yang semakin tertinggal jauh dengan persaingan ojek online, selain cepat ojek online juga bisa cepat di akses oleh masyarakat dimanapun berada.

Tarmudi (48) salah satu tukang becak yang biasa mangkal di Jl Penancangan, Kecamatan Sumur Pecung, Kota Serang, merasa sangat mengeluh dengan keadaan perekononomian Tukang Becak saat ini.

” Jangan kan buat beli beras, kadang pas buat setoran doang. Padahal sudah setengah hari saya mangkal, Paling banyak juga cuma dapet 5 penumpang dalam 1 hari,” Ujarnya saat ditemui satubanten.com Selasa, (04/09).

Ia mengatakan jika penghasilan nya sebagai tukang becak sangat rendah, beda dengan sebelum adanya ojek online perekonomian nya tidak separah saat ini.

“Dulu masih bisa saya bawa uang buat beli beras dan kebutuhan pokok lain nya untuk dirumah, itu diluar uang setoran saya. Kalo sekarang anak-anak sekolah juga kebanyakan naik ojek online, mungkin lebih cepat dan murah,” Jelasnya sambil memasang muka lesu.

Para tukang becak pangkalan berharap pemerintah Kota Serang memberikan perhatiaan dan memikirkan nasib para tukang becak pangkalan yang berpenghasilan rendah, ” Saya sih berharap pemerintah memperhatikan nasib kami orang-orang miskin, dan membuat program untuk kami para tukang becak pangkalan, agar bisa hidup kami lebih baik,” Tutupnya. Sbs/uul

You might also like
Comments
Loading...