Peran BEM Rema UPI untuk Kampus UPI Daerah

Serang (01/12/2018) SatuBanten – Pemilihan Umum Presiden dan Wakil Presiden BEM Rema UPI Bumi Siliwangi (Bumsil). Bagian dari pesta demokrasi tahunan yang selalu mewarnai dinamika politik di kampus baik UPI Bumsil ataupun UPI Kampus-kampus daerah lainnya. Tidak dapat dipungkiri bahwa momen ini selalu menjadi obrolan hangat bagi mahasiswa UPI dari berbagai hal seperti latar belakang para kandidat maupun prestasi yang sudah ditorehkan oleh tiap-tiap kandidat.

Pemira ini bukan hanya pestanya mahasiswa UPI Bumsil, mahasiswa dari kampus daerah pun ikut andil memeriahkan, terutama dalam proses pemungutan suara. Hal ini juga dijadikan sebuah ajang untuk menentukan siapa yang akan melanjutkan estafet kepemimpinan dalam kepengurusan BEM Rema UPI, serta untuk bersilaturahmi ke berbagai kampus daerah khususnya di UPI Kampus Serang.

Bukan pemilu namanya kalau tidak ada polemik di dalamnya. Karena tiap tahun ada saja polemik yang terjadi di tiap perhelatan pemilu. Pemira tahun ini rupanya menjadi momentum tepat untuk siapapun mahasiswa yang ingin menyampaikan aspirasinya, bukan mahasiswa namanya kalau tidak ada hal-hal yang di komentari atau di kritisi. Beberapa minggu lalu terdapat isu-isu terkait beredarnya postingan dari salah satu mahasiswa UPI Serang yang bertuliskan “Tolak Kampanye dan Pemungutan Suara BEM REMA UPI Bandung” adapun hal seperti ini tentunya tidak membawa dampak besar terhadap pandangan mahasiswa UPI khususnya di UPI Serang untuk tetap mencoblos, karena memilih atau tidaknya itu adalah hak tiap individu. Mahasiswa tentunya sudah sangat cerdas dalam menyikapi segala berita atau isu-isu yang beredar.

Muhammad Fauzan Irvan selaku presiden mahasiswa BEM REMA UPI tentunya sangat responsif terhadap aspirasi yang diberikan oleh mahasiswa UPI Serang, dibuktikan dengan hadirnya beliau bersama Wakil Presiden, Ketua MPM Rema UPI ke UPI Serang pada hari jum’at (30/11) untuk menyesalikan dinamika yang terjadi.

dari hasil wawancaranya kepada salah satu wartawan mengatakan bahwa dinamika yang terjadi di UPI Serang bagian dari miskomunikasi atau ada komunikasi yang tidak tersampaikan. Sehingga menimbulkan persepsi yang kurang tepat bahwa BEM REMA tidak ada manfaat atau minim untuk UPI Serang.

“Kalau ada mahasiswa dari UPI Serang yang menolak pemilu atau memilih kedua-duanya hak pribadi yang harus kita fasilitasi, jadi kalau ada yang menolak berarti dia golput atau tidak diikutsertakan, tapi kalau ada yang memilih juga silahkan karena itu bagian dari demokrasi” ujar fauzan

Ia juga memaparkan beberapa point penting terkait peran dan prestasi yang sudah dilakukan oleh BEM REMA tahun ini seperti :

“Di Tahun ini BEM Rema UPI membuat struktur Direktur Jenderal UPI Kampus Daerah, sebagai bentuk keseriusan BEM Rema untuk melayani mahasiswa UPI Kampus Daerah”, Tegas Fauzan.

Fauzan melanjutkan peran BEM Rema untuk Kampus Daerah sekurang-kurangnya ada tiga peran. Pertama, Advokasi, Kedua Kordinasi, ketiga Informasi.

Advokasi
– di tahun ini BEM Rema UPI mampu memberikan bantuan beasiswa biaya pendidikan kepada mahasiswa UPI, termasuk mahasiswa UPI Kampus Daerah, yaitu Beasiswa UPI Peduli.
– Responsif menyampaikan aspirasi permasalahan kamda kepada Wakil Rektor , terkhusus di serang aspirasinya ( KKN, Wisuda, PPL yang berbayar, fasilitas, dan bentuk ketidakadilan lainnya)
-Aksi hari Pendidikan menyampaikan aspirasi kamda ke Rektor dengan bab khusus permasalahan kamda.
– aktif memastikan Pencairan IUK Setiap Kamda.
– Membantu mengurusin pengajuan dana kompetitif
Kordinasi
– memfasilitasi penerikaan mahasiswa baru kampus daerah.
– Proker BEM Rema melibatkan setiap kamda

Informasi
– Info Beasiswa
– Info proker
– Info ter-update

“BEM REMA ini bukan birokrat yang bisa merubah kebijakan secara cepat, kongkrit dan terukur kita juga mahasiswa yang perlu banyak berjuang untuk memperjuangkan hak-hak mahasiswa lainnya” tandas fauzan

Pernyataan tersebut juga dipertegas oleh ketua BEM UPI Kampus Serang, Nana Suhana mengatakan bahwa seluruh kampus UPI merupakan satu kesatuan, maka kampus daerah pasti berpartisipasi dan ikut andil dalam PEMILU REMA UPI. Karena jelas, manfaat kehadiran BEM REMA UPI untuk kampus daerah bisa dirasakan. Melalui koordinasi antara BEM REMA UPI dengan BEM kampus daerah, segala bentuk bantuan baik berupa informasi, advokasi, maupun hal-hal lainnya yang dibutuhkan oleh kampus daerah.

“BEM REMA UPI senantiasa mengikhtiarkan untuk kita semua. Jadi tidak ada alasan rasional yang membuat kita tidak berpartisipasi dalam PEMILU REMA UPI. Saya tegaskan, bahwa kampus daerah sangat membutuhkan BEM REMA UPI dalam segala bentuk pergerakan dan perjuangannya.” jelas Nana

Hasil kesimpulan dari diskusi bersama Pimpinan Rema UPI dan Mahasiswa UPI Serang adalah pemilu tetap berlangsung, namun menjadi hak setiap individu untuk mencoblos atau golput. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...