Penyebarluasan Pemahaman Persaudaraan Antar Manusia

Serang (30/11/2018) SatuBanten – Di jaman generasi milenial ini karakteristik masyarakat Indonesia khususnya yang beragama Islam sangat jauh berbeda dari generasi jaman dulu sekitar tahun 90an, dimana masih banyak orang yang mau mengikuti pengajian-pengajian di sebuah pondok pesantren atau masjid-masjid.

Karena berbagai macam alasan kerjaan atau tugas bagi mahasiswa membuat mereka sering kali dilanda kemalasan untuk mengikuti berbagai kajian keislaman karena sering kali dianggap kuno. Untungnya di setiap kampus di Indonesia mempunyai sebuah organisasi dakwah yang dapat mewadahi mahasiswa yang mau belajar agamanya lebih baik lagi.

Walaupun banyak yang terseret ke dalam arus globalisasi, mengikuti perkembangan jaman yang tidak sehat. Namun, tetap masih banyak mahasiswa yang sadar akan kepentingan memperbaiki diri dengan mengikuti kajian-kajian keislaman yang di adakan organisasi dakwah.

Seperti yang sudah di gelar pagi tadi di kampus UIN Sultan Maulana Hasanuddin oleh UKM LDK Ummul Fikroh bertempat teras Masjid
Al – Hikmah mengadakan kajian keislaman yang bertemakan “Ketika Kau dan Aku Menjadi Kita”. Ini bukan tentang pernikahan atau percintaan melainkan sebuah ikatan persaudaraan antara sesama muslim yang sering disebut dengan ukhuwah Islamiyah.

Menurut Imam Hasan Al-Banna, ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) adalah keterikatan hati dan jiwa satu sama lain dengan ikatan aqidah.

Menurut pemateri yang diundang Imam Maulana, S.Sos. ada beberapa tahap dan proses untuk menciptakan ukhuwah Islamiyah yaitu saling mengenal (ta’arufan). Mengenal sesama saudara. Saling memahami, seperti paham dengan karakter, kebiasaan dan kesukaan. Lalu saling tolong menolong sesama manusia.

Ia juga menambahkan terkait jalan lurus yang menjurus kepada Allah swt bukanlah jalan yang nyaman, dan menyenangkan. Melainkan jalan yang berliku, penuh rintangan dan ujian. (RR/SBS31)

You might also like
Comments
Loading...