Penukaran Uang Asing Masih Normal, Pasca Melemahnya Rupiah

Serang, (28/06/2018) Satubanten.com – Nilai tukar rupiah terus merosot pasca lebaran 2018 kemarin. Kurs rupiah sempat menyentuh angka Rp 14.179 per dollar Amerika Serikat (AS) pada beberapa waktu lalu.

Namun, kondisi tersebut sepertinya tidak mempengaruhi perdagangan di tempat penukaran mata uang asing atau money changer secara signifikan. Berdasarkan pantauan satubanten.com pada sejumlah money changer di Kota Serang mengaku tidak ada kenaikan jumlah transaksi yang cukup besar.

Salah satunya money changer yang berada di Jl. Veteran Kota Serang, mengatakan transaksi masih berjalan normal. Sularno (59) pemilik sekaligus penjaga money changer tersebut juga menyebutkan jika mata uang yang paling banyak di cari adalah mata uang Bath (mata uang Thailand), dan tidak ada permintaan terhadap mata uang tertentu.

“Masih biasa saja, masih normal-normal saja. Untuk penukaran yang banyak dicari Bath sama Real. Saat ini Bath sedang kosong, besok baru ada lagi, sekarang satu Bath kena Rp 460, naik Rp 5,” kata Sularno saat ditemui di toko money changernya.

Ia juga mengungkapkan jika lebih banyak orang yang menukarkan rupiah ke mata uang asing dibandingkan menukar mata uang asing ke rupiah. “Lebih banyak yang tuker uang asing daripada tukar mata uang asing ke rupiah, atau dengan kata lain menjual mata uang asing,” ujarnya.

Ada banyak mata uang yang ia sediakan, mulai dari real, bath, ringgit, dollar singapur serta beberapa mata uang lainnya. Dan yang paling banyak dicari adalah mata uang asing real, karena banyaknya masyarakat yang menunaikan ibadah umroh di hari lebaran dan libur lebaran.

Hal serupa juga disampaikan oleh Hilda, pemilik money changer di kawasan Pasar Lama Kota Serang pun mengatakan jika transaksi mereka masih berjalan normal seperti biasanya. Meski memang ada kenaikan nilai tukar rupiah terhadap sejumlah mata asing.

“Iya habis lebaran kemarin, rupiah kan sempat melemah ya, sebagian mata uang asing juga ikut naik. Tapi saya belum belanja lagi ke Jakarta,” ujar Hilda. Meski begitu, transaksi masih tetap stabil dan berjalan normal seperti hari biasa, lanjutnya.

Sementara terkait melemahnya nilai tukar rupiah, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia (BEI) sempat berada di zona merah, namun sejak Senin 25 Juni 2018 kemarin, IHSG sudah mulai move on dari zona merah dan mulai melaju ke zona hijau.

Hal tersebut disampaikan oleh Kepala Kantor Perwakilan Bursa Efek Indonesia Serang, Muhammad Fadly Fatah pada saat acara halal bihalal dua hari lalu. “Terkait rupiah melemah memang sangat berdampak bagi kami, apalagi setelah libur panjang lebaran tahun ini. Tapi saat ini sudah mulai kembali normal ke zona hijau. Hal ini selalu terjadi hampir setiap tahunnya,” ucapnya. (SBS/Q)

You might also like
Comments
Loading...