Pentingnya Sarana Khusus Penunjang Pembelajaran Daring Bagi Mahasiswa

Oleh :

Guntari Fitri Ananda

Mahasiswa Progam Studi D3 Akuntansi

Universitas Pamulang

Pandemi Covid-19 merupakan wabah virus yang sangat mematikan. Akibatnya, selama pandemi aktivitas kegiatan masyarakat baik itu dari segi politik, ekonomi dan pendidikan di Indonesia terhambat.

Dalam upaya memutus rantai penyebaran Covid-19, pemerintah dan masyarakat menerapkan kehidupan serba online terutama bagi para pelajar. Dalam mengikuti pelajaran sekolah, siswa  menggunakan berbagai media online dalam proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Hal ini tentu menjadi kurang efektifdalam upaya pengembangan pendidikan.

Presiden RI Joko Widodo yang secara terbuka telah memberlakukan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) di berbagai pelosok daerah di Indonesia. Ini dilakukan demi menjaga keamanan lingkungan masyarakat.

Dengan adanya PSBB ini, secara tidak langsung menghambat pertumbuhan pendidikan. Karna selama 10 bulan terakhir, anak-anak sekolah disibukkan dengan media massa seperti mencari infomasi-informasi yang ada di sekeliling daerah lainya.

Dalam hal ini, mahasiswa juga dituntut keras untuk bisa mengikuti pola tersebut. Dampaknya, muncul adanya faktor-faktor yang menjadikan pekerjaan sekolah tidak efektif. Dari hal diatas mulailah masyarakat dan pelajar mempunyai rasa malas, rasa takut, dan rasa kwatir akan perkembangan yang terjadi selanjutnya.

Memang tidak dipungkiri, ada beberapa dampak positif dari penerapan pembelajaran media online atau daring seperti sekarang ini. Misalnya, dengan belajar daring dapat mencegah penularan Covid-19.

Belajar secara daring juga memberikan kelonggaran waktu untuk memanfaatkan gadget untuk hal yang bermanfaat terutama mencari materi sekolah. Belajra online juga dapat mempermudah mahasiswa dan anak anak sekolah lainya dalam mengerjakan tugas tugas sekolah.

Dengan sistem pembelajaran daring, biaya kursus juga lebih murah. Selain ituterdapat penyediaan platform (atau rumah belajar). Pembelajaran daring juga dapat mengasah daya krativitas anak.

Di sisi lain, proses KBM secara daring juga mempunyai efek negatif, misalnya mengurangi tingkat perkembangan anak-anak sekolah dikarenakan harus mengerjakan soal soal sekolah secara online tanpa melalui perantara guru dan dosen dalam pennyampaian materi.

KBM secara daring juga dapat menyebabkan kurang efektifnya dalam sistem pembelajaran di rumah. Menimbulkan rasa bosen dalam menjalankan tugas tugas sekolah karena setiap waktunya yang dilihat dari tugas sekolah adalah mengerjakan soal-soal.

Sebagian pelajar juga merasa proses belajar terasa sangat berat. Meningkatkan resiko berbahaya terutama anak SD dan SMP. Belajar daring yang berbasis gadget juga dapat menimbulkan kesenjagan sumber daya dan kecanduan internet.

Bebasnya anak-anak mengakses konten di internet juga berpotensi anak terpapar konten berbahaya seperti pornografi bagi anak anak SD. Bagi mahasiswa, proses KBM daring menyebabkan naiknya jumlah kasus plagiarisme (copy paste).

Jika kita melihat dampak yang ditimbulkan di atas tentu menjadi pukulan besar bagi mahasiswa yang sedang berada di semester akhir, dimasa setiap mahasiswa sangat membutuhkan bimbingan dosen serta arahan dalam menyelesaikan tugas-tugas seperti ujikom, skripsi dan tugas akhir bagi progam studi D3.

Hal ini tentu sangat mengambat pekerjaan mahasiswa dalam menyelasikan tugas-tugas mereka. Selain dari hal itu juga membuat kondisi mahasiswa menjadi kurang bersemangat dalam meningkatkan eksistensi perkembangan di bangku kuliah.

Oleh karena itu, pemerintah perlu berupaya keras dalam mengatasi prosblem tersebut. Pasalnya, mahasiswa mempunyai peran penting dalam kesuksesan pemerintah untuk kedepanya. Apabila kondisi yang terjadi saat ini tak kunjung membaik, pemerintah perlu menyiapkan sarana belajar khusus untuk mahasiswa guna bisa mengikuti perkulihan layaknya saat offline. Upaya itu perlu diambil dengan tujuan memberikan kemudahan mahasiswa dalam mengikuti perkuliahan.

Salah satu yang bisa dilakukan oleh pemerintah yakni menyiapkan media belajar di rumah. Selain itu pemerintah juga perlu memberikan wifi gratis sebagai sarana belajar. Kedua hal ini perlu diupayakan pemerintah guna menjaga kestabilan mahasiswa dalam mengikuti perkulihaan.

Guntari Fitri Ananda – Warga Asli Depok, saat ini sedang menempuh Studi D3 Jurusan Akuntansi di Universitas Pamulang, Tangerang Selatan. Informasi lebih lanjut dapat dihubungi melalui email Guntari (guntari.1100@gmail.com).

 

You might also like
Comments
Loading...