Pentingnya Pendidikan Agama Sejak Dini

Oleh:

Hani Nabilah

Mahasiswa Jurusan Pendidikan Agama Islam, Universitas Islam Negeri Sultan Maulana Hasanudin Banten

OPINI – Zaman berkembang begitu pesat, kini teknologi bukanlah menjadi sesuatu yang sulit untuk dijangkau. Teknologi sekarang sudah bisa menjamah daerah terpencil dan sudah bukan hal yang aneh lagi. Ironisnya anak-anak usia dini sekarang, contoh siswa SD atau bahkan TK sudah memegang HP ditangannya dan sudah masuk dunia online, bermain game online sampai lupa waktu, bahkan menonton video tidak senonoh.

Disinilah peran kedua orang tua sangat dibutuhkan. Pendidikan agama harus diajarkan sejak dini, agar menghindari perilaku yang tidak terpuji seperti yang sudah dipaparkan diatas. Kenapa harus usia dini? Pepatah mengatakan “Belajar diwaktu kecil bagai mengukir di atas batu”.

Maksud dari penytaan tersebut adalah menuntut ilmu waktu kecil diibaratkan seperti mengukir di atas batu karena menuntut ilmu lebih cepat mengerti dan lama hilang karena pikirannya masih cerdas. Jika anak di tanamkan pendidikan agama sejak usia dini, maka pendidikan umum yang lainnya juga akan mengikuti pendidikan agama. Dikarenakan pendidikan umum sudah tercakup di dalam pendidikan agama. Karena pendidikan agama di dalamnya terdapat pengetahuan yang dapat membentuk kepribadian dan sikap seorang anak.

Banyak orang yang menganggap remeh pendidikan agama untuk anak usia dini, dan terkadang menganggap pendidikan umum saja sudah cukup. Padahal ilmu agama sama pentingnya dengan ilmu pelajaran lain di sekolah, ilmu agama maupun ilmu yang lain selalu mengedepankan kebaikan dan memberi manfaat yang luar biasa bagi kecerdasan anak.

Melalui agama, anak bisa mengenal berbagai kebaikan dari yang paling dasar hingga yang paling tinggi tingkatannya. Melalui ilmu agama, anak-anak akan menjaga diri dan menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang norma masyarakat atau pun agama.

Penanaman pendidikan agama dan moral kepada anak sejak usia dini adalah hal yang sangat penting karena jika anak hanya memiliki kepintaran tanpa akhlak, moral dan etika yang baik, maka kepintaran itu tidak akan bermanfaat kepada kehidupan si anak. (***)

You might also like
Comments
Loading...