Pentingnya Oksigen dalam Menyembuhkan Penyakit

Satubanten.com- Oksigen adalah unsur kimia yang mempunyai lambang O dan nomor atom 8. Dalam tabel periodik, oksigen merupakan unsur nonlogam golongan VIA (kalkogen) dan dapat dengan mudah bereaksi dengan hampir semua unsur lainnya menjadi oksida. Pada temperatur dan tekanan standar, dua atom oksigen berikatan menjadi O2 (dioksigen), gas yang tidak berwarna, tidak berasa, dan tidak berbau. Oksigen merupakan unsur paling melimpah ketiga di alam semesta berdasarkan massa (setelah hidrogen dan helium) dan unsur paling melimpah di kerak Bumi. Berdasarkan volume, 20,9% atmosfer bumi adalah oksigen.

Bagi kehidupan manusia, Oksigen memiliki peran penting, semua sel dalam tubuh membutuhkan oksigen dan nutrisi penting yang terdapat dalam darah. Tanpa oksigen dan nutrisi, maka sel akan mati. Ketika tubuh kekurangan oksigen, maka hal itu disebut dalam kondisi hipoksia. Kondisi ini terjadi dimana kurangnya pasokan oksigen bagi tubuh untuk menjalankan fungsi normalnya. Hipoksia merupakan kondisi berbahaya, karena otak, hati, dan organ lainnya bisa rusak dengan cepat ketika tidak mendapat oksigen yang cukup.

Dalam dunia medis, terapi oksigen atau oksigenasi ckup efektif dalam menyembuhkan penyakit. Oksigenasi merupakan metode pengobatan dengan oksigen untuk mengatasi kondisi tertentu. Pemberian oksigen dapat dilakukan menggunakan selang yang ditaruh di depan hidung, sungkup yang menutupi hidung dan mulut, atau ruangan dengan tekanan oksigen yang tinggi.

Terapi oksigenisasi umumnya diberikan bila kandungan oksigen dalam tubuh berada di bawah batas normal. Kadar oksigen normal dalam darah agar tubuh dapat berfungsi optimal adalah 95–100 persen. Kadar ini dapat dihitung menggunakan alat pulse oximeter. Jika kadar oksigen dalam darah menurun hingga di bawah 90 persen, fungsi organ dan jaringan tubuh akan ikut menurun sehingga dapat menyebabkan gangguan kesehatan.

Terapi Oksigenasi Hiperbarik

Terapi oksigenasi hiperbarik adalah proses penyembuhan suatu kondisi medis menggunakan ruangan atau tabung berisi oksigen murni dengan tekanan kuat. Pengaturan tekanan udara sendiri umumnya tiga kali lipat lebih tinggi daripada tekanan udara normal. Hal ini memungkinkan paru-paru menghirup oksigen murni lebih banyak dibandingkan saat berada di ruangan normal.

Beberapa kondisi yang dapat ditangani dengan terapi oksigenasi hiperbarik, meliputi:

Infeksi serius dan luka membandel

Beberapa masalah kesehatan, seperti infeksi yang menyebabkan kematian jaringan, luka karena radiasi, dan luka yang tidak kunjung sembuh karena diabetes, bisa ditangani dengan terapi oksigenasi hiperbarik. Tingginya kadar oksigen yang masuk ke aliran darah memungkinkan tubuh lebih kuat dalam melawan bakteri. Selain itu, oksigen dalam darah akan merangsang pertumbuhan dan pembentukan sel baru, sehingga mempercepat proses penyembuhan.

Penyakit dekompresi

Penyakit dekompresi ditandai dengan munculnya gelembung gas nitrogen di dalam aliran darah atau jaringan tubuh. Kondisi ini biasanya dialami oleh para penyelam. Berpindahnya penyelam dari lokasi bertekanan udara tinggi ke lokasi dengan tekanan udara rendah secara cepat adalah penyebab gangguan ini. Penyakit dekompresi berisiko mengakibatkan penderita kehilangan kesadaran, bahkan kematian. Seseorang yang mengalami penyakit dekompresi harus segera diberikan oksigen murni dan dilanjutkan dengan terapi oksigenasi hiperbarik, jika memungkinkan.

Kondisi lainnya

Kondisi lain yang bisa disembuhkan dengan metode oksigenasi hiperbarik adalah  anemia berat, abses otak, keracunan karbon dioksida, tuli mendadak, atau buta mendadak. Terapi ini juga bagus untuk pengobatan matinya jaringan tulang atau kulit akibat infeksi. Pada penyakit atau kondisi tertentu, tubuh mengalami kekurangan oksigen. Oleh karena itu, terapi oksigenasi diberikan untuk meningkatkan kadar oksigen dalam tubuh. Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui jenis oksigenasi dan penanganan lain yang sesuai dengan kondisi Anda. (*)

You might also like
Comments
Loading...