Pentingnya Melestarikan Permainan Tradisional Surantang-surinting

“Surantang-surinting merupakan permainan tradisional yang  familiar dan menjadi favorit anak-anak tahun 90-an di Banten.  Permainan tradisional sudah tidak penting lagi bagi sebagian masyarakat modern saat ini. Orang tua memiliki peran besar untuk mengajarkan dan melatih anak-anak agar dapat mengenal permainan tradisional.”

Sudah bukan rahasia umum, Banten memiliki kekayaan budaya yang sangat melimpah. Salah satunya yaitu “Surantang-surinting”, permainan tradisional yang  familiar dan menjadi favorit anak-anak tahun 90-an di Banten. Permainan tradisional ini merupakan warisan kebudayaan dari nenek moyang terdahulu.

Permainan Tradisonal ini sangatlah unik, karena memiliki irama lagu yang diciptakan dengan bahasa Jawa Asli Banten. Lirik lagunya yaitu “Surantang surinting bibi semar nyolong gunting, guntinge bibi laos sedekap tangan cios”.

Menariknya, permainan ini tidak dilakukan secara individu melainkan dilakukan oleh beberapa orang sehingga ramai dan seru.  Surantang-surinting selain memiliki nilai kebersamaan di dalamnya, juga memiliki nilai pendidikan yakni memberikan pengetahuan baru bagi para pemainnya.

Cara memainkan Surantang-surinting yaitu semua pemain duduk melingkar sambil meletakan telapak tangan masing-masing  di depan, dan dipimpin oleh 1 orang sebagai pemandu permainan. Selanjutnya, permainan diawali dengan pemandu yang  menguncupkan tangannya dan diletakan di atas tangan para pemain lain secara bergantian, dengan diiringi lagu permainan.

Jika lagu berakhir maka dengan sendirinya para pemain dalam keadaan sedekap dan terdiam. Kemudian pemandu akan memberikan pertanyaan sesuai dengan keinginannya kepada pemain.  Apabila terdapat pemain yang tidak dapat menjawab maka akan dikenakan hukuman berupa pukulan kecil. Namun sebelumnya pemandu akan menanyakan pertanyaan Gong besar atau Gong kecil, yang dapat diartikan dengan pukulan kencang atau pelan.

Dinas Pemuda Olahraga Pariwisata dan Budaya (Disporaparbud) Kota Serang menetapkan Surintang-surinting sebagai salah satu permainan tradisional di Banten. Namun sayangnya permainan itu tidak lagi ditemui dan dimainkan oleh anak-anak masa kini.

Jika dibandingkan, fenomena permainan anak-anak zaman dulu dan sekarang sangatlah jauh berbeda. Masa indah anak-anak yang dulu diisi dengan banyaknya berbagai macam permaianan tradisonal kini telah beralih menjadi permainan game online yang diciptakan dengan inovasi baru dalam berbagai macam jenis.

Dengan satu genggaman Handphone saja anak-anak dapat memilih permainan sesuai dengan keinginannya, sehingga  membuat mereka lebih tertarik untuk memainkannya. Peralihan permainan ini begitu cepat menyebabkan perubahan pola kehidupan dan perkembangan zaman. Sedikit demi sedikit budaya dan kebiasaan masyarakat sekitar tergerus oleh perkembangan teknologi internet dan komunikasi yang dikonsumsi hampir oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk anak-anak.

Berbicara mengenai permainan tradisional rasanya sudah tidak penting lagi bagi sebagian masyarakat modern saat ini. Hal ini terelihat dari banyaknya masyarakat, terutama kaum remaja sekarang yang kehidupan sosialnya lebih mengikuti budaya barat. Akan tetapi perlu diketahui permainan tradisional atau permainan rakyat merupakan salah satu objek pemajuan kebudayaan yang harus dilestarikan dan tetap dijaga  agar kebudayaan lokal pada setiap daerah terus berkembang dan tidak lenyap begitu saja.

Dalam hal ini, seluruh lapisan masyarakat harus memiliki peran serta tanggung jawab untuk melindungi dan menyelamatkan permainan tradisional. Khususnya Surantang-surinting sebagai permainan tradisonal Banten yang keberadaannya nyaris tidak ditemukan lagi. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia No. 05 Tahun 2017 Tentang Pemajuan Kebudayaan pasal 26 nomor 2 dan 3 dijelaskan bahwa setiap orang berperan aktif dalam melakukan menyelamatkan objek pemajuan Kebudayaan dengan cara: a. Revitalisasi, b. Repatriasi, dan c. Restorasi.

Ketiga cara tersebut memiliki arti dan maksud yang sama, yaitu upaya yang harus dilakukan untuk mengembalikan dan menghidupkan kembali permainan tradisonal sebagai salah satu bentuk kearifan lokal daerah. Dalam hal ini sudah menjadi suatu kewajiban bagi  setiap masyarakat untuk mengenalkan ulang permainan-permaian tradisional yang hampir punah tersebut kepada generasi penerus. Pengenalan ini sebenarnya dapat menjadi solusi sederhana dan sangat efektif untuk menyelamatkan keberadaan surantang – suinting dan permainan tradisonal Banten lainnya.

Orang tua, terutama memiliki peran besar untuk mengajarkan dan melatih anak-anaknya agar dapat mengenal permainan tradisional. Orang tua sebaiknya membiasakan diri untuk meluangkan waktu dengan anak-anaknya. Mengajak mereka bermain sambil mengajarkan mereka permainan-permainan tradisional khas daerah.

Dengan begitu, tentunya dapat memberikan berpengaruh dan berdampak positif. Anak-anak dapat mengenal permainan daerahnya, orang tua dapat memiliki hubungan yang lebih baik dan intensif dengan anak-anaknya. Permainan tradisional yang merupakan aset kebudayaan lokal juga bisa tetap terjaga dan terus berkembang dari generasi ke genarasi.

Syifa Mutiara Ummah dan Dina Herdiana – Mahasiswa Ilmu Komunikasi, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa.

(IBC/SBS032)

You might also like
Comments
Loading...