Penjualan Ritel Jelang Lebaran Belum Ada Kenaikan Yang Signifikan

Satubanten.com, (06/06/2018) – Pada minggu ini penjualan ritel mulai mengalami peningkatan, terutama dalam bidang sandang mengalami kenaikan hingga 300 persen dibandingkan sebelumnya.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), Tutum Rahanta menyebutkan jika diawal pertama Ramadhan penjualan ritel tidak mengalami peningkatan, bahkan cenderung menurun.

“Diawal pertama kemarin penjualan ritel tidak ada peningkatan, justru menurun. Dan di minggu ini penjualan ritel mulai mengalami peningkatan, namun kenaikan penjualan belum signifikan,” katanya.

Untuk penjualan ritel yang mengalami peningkatan sangat tinggi yakni sandang, sedangkan untuk pangan masyarakat belum begitu membutuhkan. Tutum juga mengatakan, biasanya untuk pangan akan mengalami peningkatan di tiga hari menjelang lebaran.

“Kalau pangan di hari lebaran pun masih banyak yang menjual dan banyak ritel yang tetap buka. Sedangkan sandang, atau pakaian masyarakat butuh untuk di hari lebaran,” ujar Tutum Rahanta.

Terkait pembagian Tunjangan Hari Raya (THR, Tutum mengatakan sangat berdampak pada peningkatan penjualan ritel. Karena banyak masyarakat yang menanti dibagikannya THR untuk belanja kebutuhan, seperti sandang dan pangan.

“Dampaknya sangat ada untuk penjualan ritel dan sangat menolong sekali. Karena banyak masyarakat yang tertahan untuk berbelanja, menunggu turunnya THR,” ucapnya.

Dan biasanya penjualan ritel mengalami penurunan setelah lebaran. Kondisi seperti itulah yang menjadi tantangan para pengusaha ritel untuk mengembalikan daya beli masyarakat untuk pemasukan dan menyeimbangkan pengeluaran.

Tutum Rahanta juga menjelaskan jika beberapa tahun belakangan ini untuk ritel tidak memenuhi target. “Dalam 10 tahun ini target minimal kami sebesar 10 sampai 15 persen. Angka segitu sudah cukup untuk menutupi inflasi itu sendiri,” ujarnya.

Bahkan dia juga mengatakan sejumlah ritel menutup outletnya karena pengeluaran yang terlalu tinggi dan tidak seimbang dengan pemasukannya. (SBS/Q)

You might also like
Comments
Loading...