Penggunaan Mata Bionik Menjadi Penglihatan Baru Masa Depan

Oleh : Arip Rahman Hakim

Mahasiswa Prodi Teknik Informatika Universitas Pamulang

 

Satubanten.com- Pada saat ini dunia mengalami perkembangan yang pesat mulai dari kecerdasan buatan yang semakin banyak sampai teknologi pengganti tubuh manusia. Menurut John McNamara, seorang inovator IBM, memprediksi kecerdasan buatan dapat menggantikan bagian tubuh manusia kepada House of Lords Artificial Intelligence Committee. Menurutnya, Pengobatan metode ini bisa juga digunakan untuk mengobati kelainan pada sel tubuh seperti kanker dan membersihkan sel kanker itu dari tubuh. Pemahaman manusia akan ekspresi dan apa yang mereka kira akan muncul pada awal kehidupan.

Menghadapi dan mengungkapkan seluruh emosi yang dilihat dalam sebuah penglihatan lain yang mengakatakan “Mata kita adalah jendela jiwa kita”. Mata bekerja sebagai alat navigasi kita menyesuaikan dan memodifikasi perilaku kita dan bertindak sesuai dengan interpretasi kita, apakah itu terkait dengan lingkungan fisik, interaksi sosial atau kontak emosional. Dengan banyak aspek kemanusiaan berfungsi mengandalkan mata kita, kehilangan salah satu atau keduanya bisa berdampak signifikan pada seseorang. Kehilangan mata pada seseorang dapat disebabkan oleh bawaan sejak lahir atau sebuah kecelakaan. Saat ini bagi seseorang yang kehilangan sebuah mata akan digantikan dengan mata buatan yang terbuat dari cangkang akrilik keras tipis yang menutupi permukaan mata. Penelitian menunjukkan bahwa hilangnya sorotan mata menghasilkan perubahan dari penglihatan binokular untuk penglihatan monokuler yang mengarah ke perasaan disorientasi dan kecanggungan. Meskipun penyesuaian dapat dilakukan untuk mengurangi hal tersebut tetapi dalam kegiatan sehari – hari seperti olah raga, mengemudi dan bekerja membutuhkan kewaspadaan visual yang besar. Penyesuaian psikologis dengan hilangnya satu mata kepada seseorang dapat menggangu kehidupan pribadi, pekerjaan, dan sosial. Di mana keadaan seseorang belum bisa menyesuaikan diri dengan kehilangan, yang kemudian akan muncul depresi, rasa cemas, kurang percaya diri, dan perasaan pustus asa. Hal ini dapat menyebabkan keguncangan jiwa yang berdampak pada fungsi sosial dan kemandirian. Jadi, diharuskan untuk memberikan perawatan, pengertian, dan pemahaman terbaik secara keseluruhan terhadap kondisi yang terjadi. Meskipun saat ini sudah berkembang dengan menggunakan mata buatan tetapi hanya sebagai pengurang sosial dalam kehidupan.

Perkembangan mata buatan tetap sama sejak tahun 1960 dan kebutuhan masyarakat berkembang dari waktu ke waktu sehingga menimbulkan pertanyaan “Apa yang sudah diketahui dari perkembangan mata buatan selama bertahun – tahun?”, dari pertanyaan ini mendorong pemahaman bahwa teknologi dapat menyediakan alat yang dibutuhkan untuk pemakai mata buatan. Pencarian terus dilakukan untuk menciptakan mata buatan yang lebih baik, pada tahun 2009 seorang ahli bedah di Manchester Mark Humayun berhasil melakukan implan mata bionik pertama kepada pasien tunanetra. Hal ini menjadi pemicu untuk menciptakan mata buatan dengan kecerdasan. Menurut McBain pada tahun 2014 40% pemakai mata buatan membutuhkan waktu sekitar 2 tahun untuk menyesuaikan diri dari kecemasan, depresi dan kurang percaya diri pada penampilan. Penelitian telah menunjukkan bahwa ini terkait dengan yang lebih tua usia, memiliki anak dan keyakinan bahwa prostesis mempengaruhi hubungan sosial dan interpersonal dibandingkan aspek klinis. Perhatian utama pada pasien sebagian besar tetap sama seiring waktu, dengan kesehatan mata yang tersisa, kemampuan untuk menilai jarak, menerima nasihat yang baik dan perubahan penampilan. Dengan ke suksesan penerapan mata buata ini memberikan potensi untuk mengubah kehidupan seseorang secara nyata.

Pada dasarnya mata bionik tidak secara langsung menggantikan mata asli tetapi menerapkan fungsi saraf yang diganti dengan komponen komputer untuk menghasilkan gambaran yang tepat jatuh pada retina. Pada kasus lain di mana seseorang kehilangan seluruh bola mata kemudian digantikan dengan mata bionik secara penuh dengan menyambung komponen mata langsung ke fungsi otak dengan hal ini gambaran yang di terima oleh mata akan masuk ke fungsi otak yang kemudian diolah otak menjadi gambar. Ini merupakan kemajuan dalam bidang teknologi dan medis untuk mengembalikan penglihatan seseorang. Kecerdasan buatan juga membantu dalam perkembangan mata buatan, seperti pada mata bionik penuh kecerdasan buatan berperan dalam mengatur intensitas cahaya yang masuk, penangkapan gambar, dan pengiriman gambar ke fungsi otak.

Keuntungan dari penggunaan kecerdasan buatan sangat besar, kemungkinan pada masa yang akan datang penggunaan mata buatan tidak hanya pada bidang medis melainkan pada bidang militer. Penggunaan kecerdasan buatan dan mata bionik akan meningkatkan seorang prajurit menjadi sangat tangkas di lapangan. Ini tidak menutup kemungkinan bahwa di masa depan mata bionik bisa melakukan hal yang lebih hebat dari mata natural sebut saja penglihatan X-ray, penglihatan malam, sensor panas dan lain – lain. Hal ini juga memungkinkan bahwa dengan menggunakan mata bionik seseorang dapat mengakses jaringan internt. Saran penelitian untuk masa depan diperlukan untuk melihat dampak psikologis mata buatan pada pemakainya. Dengan memahami prediktor, pengobatan terapeutik bisa dimasukkan ke dalam peningkatan proses rehabilitasi penyesuaian psikologis pasien. Pengetahuan tentang prediktor ini datang dari metodologi yang didapat inti dari pengalaman pasien. Karena itu, masa depan penelitian perlu menggunakan metode kualitatif seperti wawancara, khususnya yang dipimpin oleh pengalaman. Tidak hanya ini dapat membantu dengan kesejahteraan psikologis pasien, itu juga dapat menciptakan saran untuk kemajuan mata buatan.

You might also like
Comments
Loading...