Pengenalan Permainan Tradisional Kepada Anak Untuk Mengembangkan Kreativitas Dan Mengurangi Penggunaan Gadget

 

Oleh : Dian Nurmala, Mahasiswi dari Universitas Pamulang

 

Satubanten.com- Sebagai negara yang mempunyai wilayah yang luas, Indonesia memiliki berbagai kebudayaan yang sangat banyak, salah satu bentuk kebudayaan tersebut adalah permainan tradisional anak. Permainan tradisional tersebut merupakan aktivitas bangsa yang menduduki tempat penting dalam kehidupan masyarakat dan merupakan sumber daya yang amat besar serta mempunyai nilai dalam menanamkan sikap dan keterampilan.

Permainan tradisional merupakan wadah kegiatan anak-anak sebagai hiburan ataupun penyaluran kreativitas diwaktu luang dan sebagai sarana sosialisasi. Di daerah sekitar kita kini mulai jarang ditemui anak-anak memainkan permainan, mereka lebih banyak yang memainkan permainan- permainan masa kini seperti ponsel pintar (handphone), permainan di komputer, permainan di playstation.

Untuk itu melalui kegiatan Pengabdian Mahasiswa Kepada Masyarakat (PmKM), kami mahasiswa/i Prodi Akuntansi S1 Program Sarjana Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Pamulang yaitu Dian Nurmala sebagai ketua kelompok dan 3 anggota yang terdiri dari Dimas Indra Piyatmoko, Serly Yuliani, dan Yulia Chrismonika Wandari, bersama dengan dosen pendamping kami yaitu Ibu Ratih Qadarti Anjilni, S.E., M.Ak. tergerak untuk melakukan kegiatan sosialisasi tentang pengenalan permainan tradisional kepada anak untuk mengembangkan kreativitas dan mengurangi penggunaan gadget (handphone) dengan sasaran anak-anak Taman Baca Kebun Literasi sebanyak 20 orang yang berumur kisaran 3-12 Tahun.

Kegiatan PmKM ini dilakukan pada tanggal 25 Oktober 2021 Pukul 13.00 WIB yang dilakukan secara langsung atau tatap muka dengan menerapkan protocol kesehatan di Taman Baca Kebun Literasi Cinangka Sawangan Depok yang beralamat Jl. Masjid Nurul Yakin RT 02/06 No. 22 Cinangka, Sawangan, Depok 16516.

Melalui kegiatan PmKM ini, kami selaku mahasiswa/i Universitas Pamulang bertujuan untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kepada anak-anak untuk melestarikan budaya dan dapat menumbuhkan jiwa kepemimpinan pada anak, sebagai sarana sosialisasi, melatih kreativitas, melatih ketangkasan, melatih berhitung, melatih untuk berfikir cepat, sebagai sarana olahraga, dan sebagainya. Dengan cara ini anak-anak di taman baca kebun literasi dapat mengetahui permainan tradisional, dapat diterapkan juga sebagai hiburan sehari-harinya, dan mengurangi penggunaan gadget (handphone).

Untuk mengenalkan kembali permainan tradisional kami melakukan praktik secara langsung beberapa permainan tradisional seperti Galasin atau Gobak Sodor dan Kelereng atau Gundu secara bersama-sama dengan anak-anak Taman Baca Kebun Literasi yang nantinya dapat dimainkan oleh mereka.

Diakhir kegiatan kami memberikan hadiah berupa alat-alat tulis bagi para pemenang permainan Gasin atau Gobak Sodor dan Gundu atau Kelereng sebagai penyemangat untuk mereka dalam bermain. (Sbs11)

You might also like
Comments
Loading...